"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari hasil survei tersebut. Yang pasti hasil survei tersebut sebagai konfirmasi terhadap jalannya Partai Golkar di bawah pimpinan Aburizal Bakrie. Dari sana bisa dilihat, bahwa apa yang dilaksanakan sudah dalam koridor yang benar," jelas Wasekjen Golkar, Lalu Mara, dalam pernyataannya, Kamis (23/2/2012).
Hasil survei itu pun dinilai wajar Partai Golkar. Ical adalah pendatang baru, sedang Megawati dan Prabowo pernah ikut pilpres 2009. Keduanya pernah secara masif melakukan iklan politik dalam rangka mengikuti pilpres 2009 yang lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
LSI melakukan survei terbarunya pada 1-12 Februari 2012. Survei menjaring sampel sekitar 2.050 responden dari 33 provinsi dengan margin error +/- 2,2 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka. Apabila pilpres dilakukan saat ini, dengan pertanyaan semi terbuka memberi pengajuan daftar nama ke responden, maka hasilnya menurut persentase adalah:
1. Megawati 15,2 persen
2. Prabowo 10,6 persen
3. Jusuf Kalla 7 persen
4. Aburizal Bakrie 5,6 persen
5. Sultan Hamengkubuwono X 4,9 persen
6. Wiranto 3,9 persen
7. Boediono 3 persen
8. Surya Paloh 2,6 persen
9. Hatta Rajasa 2,2 persen
10. Nama-nama lain 11,5 persen
11. Belum tahu 18,2 persen
Jika melihat hasil tersebut, maka yang terpilih menjadi presiden adalah Megawati Soekarnoputri. Namun, jika pertanyaan dikerucutkan menjadi tiga nama yang dianggap paling potensial oleh LSI, maka hasilnya adalah Megawati 29 persen, Prabowo 24,6 persen, Aburizal Bakrie 17,4 persen, dan belum tahu 29 persen.
"Jika kondisinya demikian (hasil 3 nama), maka pilpres akan berlangsung dua putaran, Megawati dan Prabowo. Dan akhirnya Prabowo yang akan terpilih menjadi presiden," kata Direktur Eksekutif LSI, Saiful Mujani, di kantor LSI, Jl Lembang Terusan, Jakarta, Kamis (23/2/2012).
(ndr/vit)











































