"Dengarkan baik-baik. Saya masih mendengar ada insiden kekisruhan internal di kantor perwakilan di luar negeri, ada office conflict," kata SBY.
Hal tersebut dia sampaikan di hadapan 130 Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri yang terdiri dari 85 Duta Besar, 28 Konsul Jenderal, 4 Konsul serta 3 Kuasa Usaha Ad-Interim dari 88 negara di acara pengarahan Dubes di Kemlu, Jl Pejambon, Jakpus, Kamis (23/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terjadi tabrakan, korslet antar pimpinan. Itu menghabiskan waktu. Kalau sudah keterlaluan membuat macet dan nggak jalan, tarik saja yang bermasalah," tegas SBY.
Para perwakilan di luar negeri diharapkan mampu menjalankan sistem manajemen dan kepemimpinan yang baik. Kaidah dan norma harus tetap dijaga, karena menyangkut nama baik bangsa.
"Pahami etika, etiket dan protokol internasional," pesannya.
Di dalam kesempatan itu, SBY pun meminta agar para dubes membuat laporan berkala sebanyak lima halaman mengenai hal-hal apa saja yang sudah dicapai dalam pekerjaan. Laporan itu harus disampaikan juga pada wapres, menlu dan Kepala UKP4.
Hal ini dilakukan SBY karena pernah ada dubes yang tak bisa melaporkan hasil kerjanya selama bertugas. Ketika itu SBY menanyakan perkembangan terakhir di negara bersangkutan, namun si dubes bingung menjawabnya.
"Karena makin jauh (kebingungannya -red), saya tidak mau bertanya lagi. Tapi itu dulu, sekarang sudah baguslah," sambung SBY.
(mad/lh)











































