Syamsul: Akbar Tak Boleh Ambil Keputusan Sendiri
Senin, 02 Agu 2004 17:14 WIB
Jakarta - Fungsionaris Partai Golkar, Syamsul Mu'arif menyatakan, Akbar Tandjung tidak tidak memiliki hak untuk menentukan keputusan secara sendirian dalam mendukung capres tertentu.Partai Golkar akan mengambil keputusan secara konstitusional partai dengan melibatkan unsur pimpinan dan wilayah. "Akbar tidak boleh mengambil keputusan sendiri," tegas Syamsul saat ditanya wartawan uasi rapat kabinet terbatas membahas TKI ilegal di Istana Negara, Jl.Veteran, Jakpus, Senin (2/8/2004). Akbar berkali-kali menegaskan partainya lebih condong ke Megawati.Dia menilai, berbagai pertemuan para politisi Golkar dengan Mega atau SBY, pernah dilakukan. Tapi pertemuan itu tidak dipahami sebagai sikap partai. "Bisa dipahami hanya sebagai suara-suara individu. Dan itu hal yang wajar dalam perbedaan pandangan di alam demokrasi," kata Meneg Kominfo ini.Dia mencontohkan Fahmi Idris dkk mendukung SBY, sementara yang lain cenderung ke Mega. Meski ada perbedaan macam itu, dia yakin suatu ketika akan diambil keputusan yang resmi."Hari ini belum ada keputusan karena masih menunggu proses hukumnya di Mahkamah Konstitusi (MK). Rencananya besok malam DPP Golkar akan menggelar rapat harian guna menentukan sikap atau perlu menggelar rapat pimpinan atau pleno yang diperluas," ungkap Syamsul.
(nrl/)











































