"Kalau survei biar jalan sendiri. Saya nomor satu ya terserah. Nanti dibikin lagi saya melorot terserah," ujar Megawati.
Hal itu dikatakan dalam jumpa pers usai acara Pendidikan Kader PDIP di Yogyakarta Expo Centre, Yogyakarta, Kamis (23/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting mendidik rakyat berpemilu dengan baik. Kalau pemilu lalu buka-bukan malu sendiri kan kita," jelasnya.
Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan survei pada 1-12 Februari 2012. Survei menjaring sampel sekitar 2.050 responden dari 33 provinsi dengan margin error +/- 2,2 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka. Apabila pilpres dilakukan saat ini, dengan pertanyaan semi terbuka memberi pengajuan daftar nama ke responden, maka hasilnya menurut persentase adalah:
1. Megawati 15,2 persen
2. Prabowo 10,6 persen
3. Jusuf Kalla 7 persen
4. Aburizal Bakrie 5,6 persen
5. Sultan Hamengkubuwono X 4,9 persen
6. Wiranto 3,9 persen
7. Boediono 3 persen
8. Surya Paloh 2,6 persen
9. Hatta Rajasa 2,2 persen
10. Nama-nama lain 11,5 persen
11. Belum tahu 18,2 persen
Jika melihat hasil tersebut, maka yang terpilih menjadi presiden adalah Megawati Soekarnoputri. Namun, jika pertanyaan dikerucutkan menjadi tiga nama yang dianggap paling potensial oleh LSI, maka hasilnya adalah Megawati 29 persen, Prabowo 24,6 persen, Aburizal Bakrie 17,4 persen, dan belum tahu 29 persen.
"Jika kondisinya demikian (hasil 3 nama), maka pilpres akan berlangsung dua putaran, Megawati dan Prabowo. Dan akhirnya Prabowo yang akan terpilih menjadi presiden," kata Direktur Eksekutif LSI, Saiful Mujani, di kantor LSI, Jl Lembang Terusan, Jakarta, Kamis (23/2/2012).
Kemenangan Prabowo, menurut Saiful, karena Prabowo memiliki aspek disuka lebih tinggi dibandingkan Megawati. Walaupun Megawati memiliki aspek diketahui lebih tinggi dibanding Prabowo.
"Karena Prabowo memiliki aspek disuka lebih tinggi daripada Ibu Mega. Menurut kami, lebih baik anda disuka namun kurang dikenal, dibanding dikenal tapi kurang disukai. Inilah yang membuat Prabowo akan menyalip Ibu Mega," jelasnya.
(mpr/nrl)











































