"Kita butuh penerjemah yang menguasai segala bahasa. Bukan hanya bahasa Inggris, Jerman atau Prancis," kata SBY di hadapan para dubes RI yang bertugas di luar negeri.
Hal tersebut disampaikan dalam acara pengarahan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2012). Ada 130 perwakilan RI di luar negeri yang hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi SBY, ini adalah sebuah persoalan serius, karena menggunakan penerjemah dari negara lain bisa memiliki dampak pada hubungan internasional. Bisa terjadi miss-informasi bila penyampaian si penerjemah tak bisa dipahami dengan baik.
"Bisa jadi skandal diplomasi nanti," imbuhnya. "Bukannya bersatu, nanti kita malah bisa berperang, divided," sambungnya lagi.
Untuk itu, SBY meminta pada jajaran kementerian untuk segera memperhatikan masalah ini. Pendidikan bahasa terhadap para anak bangsa perlu segera dilakukan dengan melibatkan semua pihak.
"Ini urgent, mendesak agar sebanyak-banyaknya diproduksi intrepreter kita," ucapnya.
(mad/lh)











































