Kiemas Sarankan Front Islam Moro Tempuh Jalan Damai dengan Manila

Kiemas Sarankan Front Islam Moro Tempuh Jalan Damai dengan Manila

- detikNews
Kamis, 23 Feb 2012 13:04 WIB
Kiemas Sarankan Front Islam Moro Tempuh Jalan Damai dengan Manila
Jakarta - Ketua MPR Taufiq Kiemas menerima perwakilan Front Pembebasan Islam Moro (Moro Islamic Liberation Front/MILF) di kediamannya. Kiemas menyarankan MILF memperjuangkan hak mereka dengan menempuh jalan damai dengan pemerintah pusat Filipina di Manila.

"Mereka pada hakekatnya ingin berdamai dan ingin tetap tinggal di negara Filipina. Tapi kalau bisa pembagian rezeki ini, ini kan masalah rezeki, agar bisa diatur sedemikian rupa untuk mencukupi kebutuhan, agar mencukupi untuk keperluan Filipina dan Bangsa Moro," ujar Kiemas.

Hal itu disampaikan Kiemas usai menerima 7 orang perwakilan dari MILF yang didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di kediaman Kiemas, Jalan Teuku Umar 27, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi saya sangat senang, karena kedatangan dari MILF ini untuk berusaha dengan cara damai untuk memperjuangkan hak mereka. Saya bilang juga, kalau berperang nanti yang rugi bangsa Moro juga sebab masalah kekayaan pemerintah pusat tidak akan mau mengalah. Yang paling penting adalah perdamaian," imbau Kiemas.

Hadir juga Wakil Ketua MPR Hj Melani Leimena Suharli. Sedangkan dari pihak MILF, ada Abdullah M Hassan (ketua), Atty Datu Michael Mastura (law advisor), Prof Abhoud Syeh Lingga, Abdullah Camlian, Bato Mohamd Zainodin, Mr Ali Buisan, dan Sukrey Ali Saaber.

Sementara Ketua MILF Abdullah M Hassan mengatakan senang mendengarkan saran perdamaian dari Kiemas.

"Kami sangat senang berkunjung ke Bapak Taufiq Kiemas. Kami senang mendengar saran beliau sebagai tokoh negarawan di Indonesia," jelas Hassan.

Sementara Din Syamsuddin mengatakan akan membantu memfasilitasi proses perdamaian MILF dengan Manila. Pada 6-7 Maret 2012, Din akan mendampingi MILF untuk bertemu dengan organisasi Katolik terbesar di Roma. Seperti diketahui mayoritas penduduk Filipina adalah pemeluk Katolik Roma.

"MILF ini bukan kelompok ekstremis mereka kelompok biasa yang gunakan nama Islam, karena sebagian besar mereka adalah muslim yang cinta damai. MILF mewakili bangsa Moro yang terdiri 30 persen penduduk Filipina, berada di 21 Provinsi di selatan yang kaya raya dengan minyak, tetapi terdapat konflik dengan pemerintah pusat di Manila," jelas Din.

(nwk/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads