"Mereka pada hakekatnya ingin berdamai dan ingin tetap tinggal di negara Filipina. Tapi kalau bisa pembagian rezeki ini, ini kan masalah rezeki, agar bisa diatur sedemikian rupa untuk mencukupi kebutuhan, agar mencukupi untuk keperluan Filipina dan Bangsa Moro," ujar Kiemas.
Hal itu disampaikan Kiemas usai menerima 7 orang perwakilan dari MILF yang didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di kediaman Kiemas, Jalan Teuku Umar 27, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadir juga Wakil Ketua MPR Hj Melani Leimena Suharli. Sedangkan dari pihak MILF, ada Abdullah M Hassan (ketua), Atty Datu Michael Mastura (law advisor), Prof Abhoud Syeh Lingga, Abdullah Camlian, Bato Mohamd Zainodin, Mr Ali Buisan, dan Sukrey Ali Saaber.
Sementara Ketua MILF Abdullah M Hassan mengatakan senang mendengarkan saran perdamaian dari Kiemas.
"Kami sangat senang berkunjung ke Bapak Taufiq Kiemas. Kami senang mendengar saran beliau sebagai tokoh negarawan di Indonesia," jelas Hassan.
Sementara Din Syamsuddin mengatakan akan membantu memfasilitasi proses perdamaian MILF dengan Manila. Pada 6-7 Maret 2012, Din akan mendampingi MILF untuk bertemu dengan organisasi Katolik terbesar di Roma. Seperti diketahui mayoritas penduduk Filipina adalah pemeluk Katolik Roma.
"MILF ini bukan kelompok ekstremis mereka kelompok biasa yang gunakan nama Islam, karena sebagian besar mereka adalah muslim yang cinta damai. MILF mewakili bangsa Moro yang terdiri 30 persen penduduk Filipina, berada di 21 Provinsi di selatan yang kaya raya dengan minyak, tetapi terdapat konflik dengan pemerintah pusat di Manila," jelas Din.
(nwk/mok)











































