"Kalau kita baca BBM itu saya sedikit sedih, seperti arogan," ujar Priyo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (23/2/2012).
"Saya yakini tindakan seperti itu tidak dibenarkan apalagi memakai label anggota dewan," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pimpinan DPR belum tahu, saya mohon semua pihak menunggu. Tentu kita akan cek, nanti saya akan tanya pada ketua fraksi (PAN)," ujar politisi Golkar ini.
Taufan sudah membantah kejadian yang tersebar lewat BBM sejak Rabu (22/2) malam itu. Dia mengaku peristiwa yang terjadi pada Selasa (21/2) sore itu hanya insiden pendorongan, tidak ada penamparan. Taufan menjelaskan kejadian itu dipicu antrean yang terjadi di bandara.
Pesan melalui broadcast message ini berbunyi: "Bantu broadcast untuk menegakkan keadilan dan memberantas keegoisan oknum DPR.td sore diterminal kedatangan internasional bandara soekarno hatta,oknum anggota dewan kita yg terhormat dgn gagah berani menunjukkan egonya menampar petugas beacukai dan membentak bahwa dia adalah anggota dewan hanya karena tidak mau disuruh antri pada saat pergantian shift sholat magrib.oknum tersebut bernama Andi Taufan Tiro komisi V DPR tercinta!"
(sdf/ndr)











































