531 TKI Dipulangkan Lewat Kepri
Senin, 02 Agu 2004 16:38 WIB
Pekanbaru - Pemulangan ratusan ribu TKI ilegal yang ada di Malaysia sudah mulai diangsur. Salah satu pintu tempat pemulangan tersebut adalah Riau dan Kepuluan Riau (Kepri).Pada Minggu 1 Agustus 2004 kemarin, sekitar 531 TKI bermasalah itu telah dipulangkan lewat pelabuhan Tanjung Batu di Kabupaten Karimun, Kepri. Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Provinsi Riau, Wage Mulyadi, mengatakan hal itu kepada detikcom, Senin (2/08/2004) melalui telepon di Pekanbaru.Menurut Wage, setelah pemulangan tersebut, seluruh TKI bermasalah itu langsung dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing. Ratusan TKI ilegal itu dipulangkan dari Malaysia melalui pelabuhan Selat Laut, Johor Bahru."Yang dideportasi itu tidak hanya TKI yang bermasalah saja, tapi warga negera Indonesia lainnya juga dipulangkan setelah terjaring razia keimigrasian pemerintah Malaysia," kata Wage.Wage menjelaskan, seluruh TKI yang dikembalikan lewat Kepri itu, merupakan bagian dari 800 ribu TKI lainnya yang akan dipulangkan pemerintah Malaysia. Dalam penanggulangan pemulangan TKI ini, pihak pemerintah setempat akan memberikan dana bantuan pemulangan sebesar Rp 350 per orang. "Dana pemulangan bagi setiap TKI itu telah dianggarkan lewat APBN," kata Wage.Wage juga memaparkan, bagi TKI yang ikut dalam program asuransi akan mendapat bantuan sebesar Rp 1 juta per orang. Dalam rombongan TKI yang dipulangkan lewat tanjung Batu, Kepri itu, hanya ditemukan 56 TKI yang mendapat dana tambahan dari asuransi yang dikelola Konsorsium Asuransi Pengerah Tenaga Kerja Indonesia itu.Dari rombongan pemulangan TKI di Tanjung Batu itu, semuanya berasal dari daerah yang berbeda. Antara lain Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, dan Provinsi Riau.Dari Kepri, para TKI itu dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing lewat pelabuhan di Surabaya dengan kapal Bukit Siguntang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). "Semua TKI itu sudah diberangkatkan ke Surabaya dengan kapal milik Pelni," kata Wage.
(nrl/)











































