Polisi Selidiki Keterlibatan John Kei dalam Kasus Basri & Ampera

Polisi Selidiki Keterlibatan John Kei dalam Kasus Basri & Ampera

- detikNews
Rabu, 22 Feb 2012 21:14 WIB
Polisi Selidiki Keterlibatan John Kei dalam Kasus Basri & Ampera
Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya terus menyelidiki kasus-kasus yang diduga melibatkan kelompok John Kei. Salah satunya, terkait pembunuhan Basri Sangaji.

"Lagi kita dalami kasus-kasus lain yang melibatkan anak buahnya, termasuk kasus itu (pembunuhan Basri Sangaji)," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Toni Harmanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/2/2012).

Toni mengatakan, penyidik tengah mengkom data-data kasus kekerasan yang diduga melibatkan kelompok John Kei.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Besok kita kumpulkan dari wilayah-wilayah data-data itu. Kan terjadinya di wilayah-wilayah," katanya.

Selain menyelidiki kembali kasus pembunuhan Basri Sangaji, polisi juga akan menelusuri keterlibatan kelompok John Kei dalam peristiwa kerusuhan di Ampera, Jakarta Selatan pada 2010 lalu.

"Iya, soal itu juga akan kita selidiki, semua yang berkaitan," katanya.

Basri Sangaji terbunuh di kamar 301 Kebayoran-Inn, Jakarta Selatan pada tahun 2004 lalu. Dua orang dari kelompok John Kei divonis dalam kasus tersebut.

Juli 2010 lalu, keributan antar dua kelompok terjadi di Blowfish, Mampang, Jakarta Selatan. Ditengarai insiden karena ketersinggungan kelompok Kei saat hendak masuk ke dalam cafe itu. Hingga kemudian pecah bentrokan yang mengakibatkan 2 orang tewas dalam insiden itu yakni M Soleh dan Yopi Ingra Tubun dari kelompok Flores.

Empat orang dari kelompok Flores yakni Kanar Lolo, Bernandus Malela, David Too dan Rando Lilil divonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Selama proses persidangan berlangsung, terjadi bentrokan antar dua kelompok ini yang mengakibatkan sejumlah orang dari kelompok Kei yang menggunakan Kopaja tewas di lokasi. Tito Kei juga sempat tertembak saat itu namun selamat setelah dilarikan ke rumah sakit menggunakan taksi.

(mei/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads