Aktivitas Merapi Normal, Pendaki Harus Tetap Hati-hati

Aktivitas Merapi Normal, Pendaki Harus Tetap Hati-hati

- detikNews
Rabu, 22 Feb 2012 17:31 WIB
Yogyakarta - Aktivitas Gunung Merapi yang beberapa waktu sempat meningkat, saat ini sudah mereda. Status gunung teraktif di dunia itu, hingga kini tetap normal atau di level I. Meski demikian, bagi pendaki harus tetap berhati-hati.

"Tidak ada perubahan status. Sampai saat ini status Merapi masih normal," kata Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandrio, di Yogyakarta, Rabu (22/2/2012).

Subandrio mengatakan, aktivitas kegempaan Merapi juga mulai menurun, meski pada beberapa waktu sebelumnya sempat mengalami peningkatan. Dari hasil
evaluasi minggu lalu, gempa vulkanik B rata-rata 35 kali per hari dan gempa multifase sebanyak 43 kali per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang ini menurun dan kemarin malah sudah nol, tidak ada. Peningkatan gempa vulkanik dangkal dan MP masih dalam batas normal. Tidak diikuti peningkatan aktivitas vulkanik yang lain," katanya.

Setelah letusan besar tahun 2010 lalu, lanjut Subandrio, Merapi belum memberikan tanda-tanda akan adanya fluktuasi meningkat. Selain itu, Merapi juga selalu memiliki pola kegempaan yang berbeda setiap aktivitasnya.

Subandrio menuturkan, ada banyak aspek untuk mengamati kegiatan Merapi terutama berkaitan dengan status gunung itu. Salah satu yang bisa dilakukan yakni melihat adanya deformasi Merapi. Hasil pengukuran deformasi yang menggunakan Electronic Distance Measurement (EDM) pada minggu ini menunjukkan belum adanya perubahan jarak yang signifikan antara reflektor-reflektor yang terpasang di puncak Merapi (R1, R2, R3, dan R4) terhadap titik tetap di Pos Jrakah, Pos Babadan, Pos Kaliurang dan Pos Selo.

Adanya sejumlah rekahan yang disekeliling puncak Merapi merupakan akumulasi gas dari dalam kantung magma yang naik ke atas untuk mencari celah melepaskan gas. "Itu proses normal," tutur Subandrio.

Sementara itu berdasarkan laporan aktifitas Gunung Merapi pada 13-19 Februari 2012 lalu, cuaca cerah di puncak Merapi pada pagi, siang dan malam hari. Sementara pada sore dan malam hari terjadi kabut dan mendung. Angin pada umumnya bertiup ke arah barat. Suhu udara di sekitar Merapi berkisar 17-29 derajat Celcius. Asap solfatara berwarna putih tipis hingga tebal, bertekanan lemah, dengan posisi condong ke arah timur.

Sedangkan tinggi asap maksimum 400 m yang terjadi pada 13 Februari 2012 pukul 06.00 WIB dan teramati dari Pos Ngepos Magelang. Berdasarkan rekaman CCTV di stasiun Deles, terlihat sinar api warna merah, tanggal 19 Februari 2012, pukul 19.06 WIB.

"Status normal/level I. Bila ada yang mendaki kami harap berhati-hati karena masih sering terjadi guguran material-material lepas di lereng Merapi. Musim hujan ini juga diwaspadai ancaman bahaya lahar di sungai-sungai berhulu di Merapi," ucap dia.

(bgs/nik)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads