"Akibat hujan deras Selasa malam hingga Rabu dinihari, terdapat 19 titik longsor di empat kecamatan yaitu di kecamatan Jenawi, Ngargoyoso, Karangpandan, dan Matesih," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, Heru Aji Pratama, Rabu (22/2/2012).
Heru mengatakan, pihaknya dibantu warga dan relawan memberikan prioritas terhadap korban jiwa yang tertimbun dan menyingkirkan material yang menutupi jalan raya agar tidak menganggu aktivitas warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas dan warga juga telah berhasil menyingkirkan material tanah tiga titik longsor yang menutup jalur lalu-lintas utama warga. Ketiga lokasi itu adalah di Desa Plembon di Kecamatan karangpandan yang merupakan jalur lalu-lintas utama Solo - Tawangmangu.
Dua titik lainnya adalah di Desa Girilayu di Kecamatan Matesih yang menutupi jalan utama Matesih - Tawangmangu dan longsor di Desa Puntukrejo di Kecamatan Ngargoyoso yang menutupi jalan utama Ngargoyoso - Tawangmangu.
Potensi longsor di Karanganyar sebelumnya memang pernah disampaikan pihak Kawasan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta pada akhir tahun 2011 lalu. Saat itu KPH Surakarta mengingatkan potensi longsor pada musim hujan di kawasan pemukiman sekitar hutan lereng Lawu di Kabupaten Karanganyar.
Menurut KPH Surakarta, terdapat 10.630 hektar yang potensial mengalami longsor. Kawasan tersebut berada di 31 desa di 7 kecamatan yang berada di kaki dan lereng Gunung Lawu di Karanganyar, yaitu kecamatan Jenawi, Kerjo, Ngargoyoso, Tawangmangu, Karangpandan, Matesih, dan Jatiyoso.
(mbr/nik)











































