Pemekaran Wilayah di Sulsel, Warga Blokir Akses ke Mamasa

Pemekaran Wilayah di Sulsel, Warga Blokir Akses ke Mamasa

- detikNews
Senin, 02 Agu 2004 15:53 WIB
Makassar - Konflik antara warga Arale, Tabulahan, dan Mambi (ATM) dengan warga Mamasa, Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali mencuat. Akibatnya, ratusan warga di kecamatan Mambi, kabupaten Mamasa, Sulsel melakukan penghadangan dan pemblokiran jalan wilayah Mambi. Karena penghadangan ini, akses ke Mamasa terhambat, Senin (2/8/2004). Demikian pula dengan warga Mamasa yang ingin keluar dari Mamasa, terhambat.Penghadangan terjadi di dua titik. Yakni di kecamatan Mambi dan di kampung Pokko, Kecamatan Polewali, Kab. Polmas, Sulsel. Penghadangan ini telah terjadi sejak hari Jumat (30/7/2004) lalu. Warga Mambi tiba-tiba melakukan penghadangan terhadap setiap warga yang ingin ke kabupaten Mamasa ataupun sebaliknya, berawal dari adanya isu pelemparan puluhan rumah warga Mambi oleh warga Mamasa. Akibat adanya isu ini, para warga Mambi pun berinisiatif untuk melakukan aksi solidaritas dengan melakukan penghadangan dan pemblokiran jalan.Konflik antara ATM dan Kabupaten Mamasa ini mulai terjadi sejak tahun 2003. Bermula dari adanya pemekaran kabupaten Polmas, yang melahirkan kabupaten Mamasa. Warga ATM yang secara geografis masuk dalam wilayah kec. Mamasa tidak menginginkan untuk bergabung dengan Mamasa. Dan malah memilih untuk bergabung dengan Polmas.Hal inilah yang memicu konflik antara warga yang pro dan kontra. Pada bulan September tahun 2003 lalu, permasalahan ini menyebabkan terjadinya konflik, di mana 6 orang tewas dalam konflik antarwarga Mamasa dan ATM tersebut.Penghadangan oleh warga Mambi saat ini masih terjadi. Pihak kepolsian sendiri belum melakukan tindakan pelarangan terhadap warga. Penghadangan ini berbuntut kian minimnya pasokan logistik di wilayah Mamasa. Karena pemekaran, Mamasa kini menjadi kabupaten. Kabupaten ini mempunyai 10 kecamatan dan 123 desa. Akses untuk memasuki kecamatan ini terbilang sulit, mengingat jalan menuju beberapa kecamatan ini harus melewati medan yang berbatu dan berliku. Hingga saat ini, akibat penghadangan ini belum ada korban jiwa. Sementara korban materil, hingga saat ini, sebuah sepeda motor yang melintas di wilayah tersebut telah dibakar oleh massa. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini