"Ada anggapan dari sebagian penghuni ada perlakuan tidak adil dari pegawai. Ini kita telusuri," kata Sihabudin di rumah dinas Kepala LP Kerobokan, Badung, Bali, Rabu (22/2/2012).
Sihabudin mengatakan, masalah penusukan terhadap seorang napi pada Minggu (19/2) belum tuntas, sehingga masih ada yang mengganjal. Sejumlah napi meminta kasus insiden hari Minggu itu diselesaikan secara adil terhadap pelaku penusukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini, lanjut Sihabudin, kerugian yang dialami LP Kerobokan belum bisa ditaksir. Pihaknya akan melaporkan kejadian ini ke Menkum HAM untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya.
"Kita akan laporkan ke menteri langkah apa yang diambil, apakah bisa dibangun kembali, masalahnya sudah padat penduduk. Kita analisis dulu," akunya.
Keributan antar napi di LP Kerobokan pada hari Minggu bermula dari kasus utang piutang yang terjadi di dalam LP. Seorang napi bernama Made Eriyasa, harus dilarikan ke rumah sakit karena ditusuk napi lainnya. Saat itu korban hendak menagih utang kepada napi binaan lain yang bernama Bashori (36).
Karena belum bisa melunasi utangnya, Bashori dan Eriyasa pun bersitegang. Merasa kalah jumlah, Bashori berusaha untuk menyelamatkan diri. Namun dia kembali dikejar puluhan napi lain yang masuk dalam kelompok Eriyasa. Eriyasa tertusuk dalam insiden di sore hari itu.
(gus/nrl)











































