"Diperkirakan apabila kedua partai ini bisa berkoalisi pada Pemilu 2014 yang akan datang untuk mencalonkan capres dan cawapres, besar kemungkinan koalisi ini bisa unggul," ujar Ketua Fraksi Gerindra di MPR, Martin Hutabarat, kepada wartawan, Rabu (22/2/2012).
Menurut Martin, dalam survei-survei, Golkar memang selalu di posisi puncak sebagai partai terbesar. Namun tokoh yang digadang-gadangkan yakni Ical elektabilitasnya rendah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, lanjut Martin, Gerindra melirik Golkar untuk berkolaborasi pada Pemilu 2014 mendatang untuk mencalonkan capres dan cawapres. Karena prediksi ini memungkinkan koalisi untuk unggul.
"Besar kemungkinan koalisi ini bisa unggul karena akan memadukan calon presiden yang memiliki popularitas tinggi dengan mesin organisasi dan kader-kader partai yang terlatih," kata Martin.
Centre for Strategic and International Studies (CSIS) melakukan survei prospek Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 terhadap 2.117 responden di 23 provinsi selama 16-24 Januari 2012 lalu. Hasil survei itu menunjukkan Megawati sebagai salah seorang kandidat dengan dukungan terbanyak.
Dijelaskan CSIS, dukungan terhadap Megawati menempati urutan teratas dengan jumlah pemilih 10 persen dari 2.117 responden. Urutan kedua ditempati Prabowo Subianto dengan pemilih 6,7 persen. Sedangkan urutan ketiga bertengger Jusuf Kalla dengan pemilih 5,6 persen diikuti Aburizal Bakrie dengan 5,2 persen.
Sedangkan Survei Nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 1-12 Februari 2012 menunjukkan suara Golkar tertinggi jika pemilu dilakukan hari ini. Berikut persentase suara partai-partai menurut survei itu:
1. Golkar 15,5 persen
2. PD 13,7 persen
3. PDIP 13,6 persen
4. Gerindra 4,9 persen
5. PPP 4,9 persen
6. PKB 4,6 persen
7. PAN 4,1 persen
8. PKS 3,7 persen
9. Hanura 1,2 persen
10. Lainnya 5,1
11. Belum tahu 28,9 persen
(nik/nwk)











































