"Malam itu yang bertugas satu regu sebanyak 20 orang. Kekuatan 20 orang dengan 1.015 (napi) jauh sekali. Tidak mungkin mereka menahan," ujar Dirjen PAS Kemenkum HAM, Sihabudin, saat ditemui di rumah dinas Kepala LP Kerobokan, Badung, Bali, Rabu (22/2/2012).
Menurut Sihabudin, petugas juga takut dengan jumlah yang cukup banyak tersebut. Situasi di lapangan juga saat itu tidak normal.
"Pengawai juga takut menghadapi 1.015 penghuni napi dan tahanan," akunya.
Seperti diketahui kerusuhan pecah sejak Selasa (21/2), pukul 23.00 Wita di LP Kerobokan. Insiden kerusuhan dimulai dari pembakaran sejumlah bangunan di dalam LP.
Sebelumnya pada Minggu (19/2), sempat terjadi pertikaian sesama napi di tempat yang sama. Seorang napi menagih utang pada napi lainnya sehingga terjadi ketegangan dua kelompok napi. Napi yang menjadi korban penusukan lantas mencari bukti ke petugas jaga. Namun petugas jaga mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut.
Menurut Kapolda Bali, Irjen Pol Totoy Indrawan, penyebab kerusuhan adalah pertikaian sesama napi pada hari Minggu lalu. Selain itu juga karena kapasitas yang berlebih di LP, dan tindak diskriminatif yang terjadi di dalam LP.
(gus/vit)











































