Awalnya dia mengaku untuk memberi selamat karena dilantik menjadi menteri. Namun hal tersebut diralat beberapa saat kemudian.
"Anda dilantik kapan?" tanya hakim anggota Marsudin Nainggolan kepada Andi di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Pertemuan) Itu kan Februari 2010, enggak terlalu lama memberi ucapan selamat?" cecar hakim yang mengantongi gelar doktor ini.
Dengan sedikit gagap Andi membela diri yaitu sejak dilantik hingga akhir 2009 dia banyak kegiatan. Andi mengaku tidak memmpunyai waktu cukup untuk bisa bersilaturahmi dengan koleganya di Partai Demokrat.
"Karena saya terus pergi baru sempat ketemu. Waktu itu saya baru pulang dari Sea Games. Kedatangan mereka untuk memberikan ucapan selamat karena peringkat kita naik di Laos. Bukan selamat jadi menteri," kata Andi buru-buru meralat pernyataan sebelumnya.
Kesaksian ini agak sedikit berbeda dengan kesaksian Andi saat awal persidangan. Saat ditanya oleh ketua majelis Darmawati Ningsih soal maksud kedatangan kolega Andi di ruang kerjanya, Andi menjelaskan bahwa kedatangan mereka salah satunya untuk memberi ucapan selamat jadi menteri.
Saat itu Andi menjelaskan sejumlah program dan rencananya ke depan selama menjabat menjadi menteri. Pertemuan itu terjadi di ruang kerja Andi di kantor Kemenpora yang dihadiri Ketua Komisi X DPR Mahyuddin, Angelina Sondakh dan Nazaruddin.
(asp/nrl)











































