Undang 10 Dubes, Ponpes Ngruki Gelar Seminar Syariat Islam

Undang 10 Dubes, Ponpes Ngruki Gelar Seminar Syariat Islam

- detikNews
Senin, 02 Agu 2004 15:15 WIB
Solo - Pesantren Al-Mukmin Ngruki berencana menggelar seminar nasional tentang syariat Islam dan tantangan globalisasi. Sepuluh duta besar (dubes) negara-negara yang selama ini gencar melakukan perlawanan terhadap terorisme, diundang mengikuti acara itu. Alasannya, agar mereka tidak selalu salah memandang dan menilai Islam.Direktur Pesantren Ngruki Ustadz Wahyuddin mengatakan dubes yang diundang berasal dari negara-negara yang selama ini selalu memandang Islam dengan kacamata yang salah. Sehingga stigma terorisme ditujukan kepada para muslim, khususnya yang diberi label radikal. Selain itu diundang juga para dubes yang selama ini dianggap bersikap cukup netral.Para dubes yang diundang adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Australia, Jerman, Jepang, Singapura, Thailand, Filipina, dan Korea Selatan. Yang sudah menyatakan kesediaan akan hadir adalah kedubes Jepang, Filipina dan Thailand. Namun belum ada kepastian apakah duta besarnya langsung yang akan hadir. "Kami akan ajak mereka bicara secara sehat dan ilmiah," kata Wahyuddin.Dalam seminar tersebut, lanjut Wahyuddin, juga akan dikaji secara lebih jernih tentang kemungkinan revisi sejumlah dasar hukum yang berlaku di Indonesia. Menurutnya, saat ini sebagian besar hukum yang berlaku merupakan peninggalan Belanda. Karenanya akan dikemukakan alasan mengenai kemungkinan mengadopsi hukum atau syariat Islam sebagai penggantinya."Dasar pertimbangan ini sangat logis dan cukup mendasar mengingat sebagian besar penduduk Indonesia adalah muslim. Pembicaraan seperti sudah sepantasya dibicarakan secara terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman, karena perjuangan pelaksanaan syariat Islam seringkali dituding sebagai upaya mengubah negara," kata Wahyuddin.Menurut ketua pelaksana seminar, Nur Hadi, seminar itu akan digelar 12 Agustus mendatang di Hotel Agas, Solo. Tema yang akan diangkat adalah syariat Islam dan tantangan globalisasi untuk membangun peradaban penuh rahmatan lil 'alamin.Akan tampil sebagai pembicara adalah guru besar hukum UI Prof Dr Thohir Azhari, guru besar hukum UMS Muchtar Naim, dan Dirjen Depkeh dan HAM Abdul Ghani, serta pengajar di Ma'had Aly Al-Mukmin M Thalib. Sedangkan yang diagendakan sebagai keynote speaker adalah Ketua MA Bagir Manan."Pesertanya selain dari para santri, kami juga mengundang gubernur, Pangdam, Kapolda, Danrem, Kapolwil, Dandim, Kapolres, kejaksaan, sejumlah pesantren, serta ormas Islam yang eksis di Tanah Air. Selain itu kami juga megundang pihak gereja dan tokoh-tokoh non-muslim lainnya, serta sejumlah universitas," ujar Nur Hadi. (nrl/)


Berita Terkait