Diisolasi, Ayodhya Stres Berat

Diisolasi, Ayodhya Stres Berat

- detikNews
Senin, 02 Agu 2004 14:51 WIB
Medan - Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta Medan, mengisolasi terpidana mati kasus narkoba, Ayodhya Prasad Chaubey. Akibatnya, warga negara India itu stres berat.Demikian diungkapkan salah seorang kuasa hukumnya, yang juga Ketua KPU Sumatera Utara, Irham Buana Nasution, kepada detikcom di kantor KPUD Sumatera Utara, Jl. Perintis Kemerdekaan, Medan, Senin (2/8/2004)."Kesimpangsiuran informasi, spekulasi, serta isolasi yang dialami Ayodhya, membuat dia stres. Ayodhya tidak bisa seperti sebelumnya, dia tidak bisa berkomunikasi dengan dunia luar" kata Irham.Hal lainnya yang diakui Irham masih sangat mengganggu Ayodha adalah barang bukti 12,19 Kg heroin. Meski telah menjadi dasar vonis terhadap Ayodhya, barang bukti itu tidak juga bisa ditunjukkan."Ayodhya meminta pihak Kejaksaan bisa menampilkan barang bukti tersebut kepada dirinya. Ayodhya merasa tidak puas jika hal tersebut belum dilakukan," papar Irham.Soal kapan eksekusi akan dilakukan, Irham mengaku masih gelap. Sebagai pengacara, kata Irham, dirinya tidak pernah diberitahu mengenai hal itu oleh pihak Kejaksaan."Kejaksaan menilai pengacara terdakwa tidak perlu tahu jadwal eksekusi itu. Hal ini bertentangan dengan UU Grasi No.22/2000. Pada tahapan lebih lanjut, sikap Kejaksaan ini sebenarnya juga melanggar UU No.8/1981 tentang KUHAP," tukas Irham.Kesehatan Ayodhya Harus DiperhatikanDalam kesempatan itu, Irham juga mengatakan, Kejaksaan harus memperhatikan kondisi kesehatan Ayodhya. Hal ini terkait dengan rencana pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana tersebut."Kejaksaan adalah pihak yang mempunyai kepentingan dengan kondisi kesehatan Ayodhya. Dia tidak boleh dieksekusi jika kondisi kesehatannya tidak juga membaik," tutur Irham. (djo/)


Berita Terkait