Keributan antar napi di LP Kerobokan pada hari Minggu itu terjadi di Kelas IIA Kerobokan, Kuta Utara, Badung, pada sore hari Wita. Keributan yang melibatkan puluhan napi ini bermula dari kasus utang piutang yang terjadi di dalam LP. Seorang napi bernama Made Eriyasa, harus dilarikan ke rumah sakit karena ditusuk napi lainnya.
Saat itu korban hendak menagih utang kepada napi binaan lain yang bernama Bashori (36). Karena belum bisa melunasi utangnya, Bashori dan Eriyasa pun bersitegang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantaran terdesak, Bashori dibantu saudaranya Dwi Wijianto alias Wiwid (32) dan Eko Mardianto (24) yang akhirnya menusuk Eriyasa. Tidak terima dengan itu puluhan napi lain mencoba mengejar Bashori dan saudaranya. Untungnya Bashori lolos dari kejaran napi lain.
Polisi pun bertindak. Ketiga pelaku penusukan diamankan di Mapolsek Kuta Utara. Sedangkan korban dilarikan ke RS Sanglah.
Sedangkan keributan yang terjadi Selasa (21/2) malam, mulai terjadi sekitar pukul 22.30 Wita. Insiden itu diwarnai aksi pembakaran dan lemparan batu. Saat ini situasi LP Kerobokan berangsur kondusif, namun masih belum bisa dikendalikan sepenuhnya.
Ratusan aparat Kepolisian dan TNI masih berjaga di luar LP yang menampung sekitar 1.000 narapidana ini. Sebanyak 2 mobil water cannon disiapkan di dekat pintu masuk dan pintu keluar untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
(vit/nrl)











































