2 Warga Karanganyar Tertimbun Tanah Longsor

2 Warga Karanganyar Tertimbun Tanah Longsor

- detikNews
Rabu, 22 Feb 2012 07:56 WIB
Solo - Hujan yang mengguyur Solo tiada henti mengakibatkan tanah longsor di sejumlah titik. Dua warga dilaporkan tertimbun dan hingga kini belum berhasil dievakuasi. Sementara itu Bengawan Solo juga meluap karena tak mampu menampung debit air.

Hujan terus mengguyur kawasan Surakarta secara merata sejak Selasa malam hingga Rabu (22/2/2012) pagi. Hingga berita ini ditulis, hujan ringan dan sedang di sejumlah lokasi masih mengguyur di sejumlah lokasi.

Akibat tingginya curah hujan, terjadi tanah longsor di lokasi di Karanganyar. Jalan utama penghubung Kecamatan Ngargoyoso dengan Tawangmangu dilaporkan putus total akibat tertimbun material longsoran yang terjadi Selasa malam. Hingga saat ini material longsoran masih menutupi jalan, sehingga warga yang hendak lewat harus memutar menggunakan jalur alternatif berupa jalan-jalan kampung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Longsor tidak hanya menimbun jalan, tetapi juga terjadi di sekitar pemukiman. Di Desa Banjar, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, longsor menimbun rumah warga. Seorang warga dilaporkan tertimbun material longsoran. Hal serupa juga terjadi Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Seorang warga juga dilaporkan longsoran yang menimpa rumahnya.

"Terjadi longsor di beberapa titik. Ada dua warga yang tertimbun. Identitas belum bisa diketahui secara pasti. Saat ini tim kami dibantu relawan sedang melakukan upaya evakuasi korban di lokasi kejadian," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, Heru Aji Pratama.

Hujan semalaman tidak hanya mengakibatkan longsor, ketinggian air di Bengawan Solo juga terus merambat naik. Pos pemantauan air di Jembatan Jurug mencatat ketinggian air pada pukul 06.00 mencapai 8,74 m. Satu jam berikutnya ketinggian air mencapai 8,777 m.

Angka tersebut menunjukkan status ketinggian mencapai telah masuk pada siaga tiga atau kondisi puncak. Badan Bengawan Solo sudah tidak mampu lagi menampung debit air dari hulu. Air yang datang akan kembali ke anak-anak sungai di atasnya (back water) atau meluap ke pemukiman.

"Beberapa kampung di Keluarahan Sewu dan Sangkrah sudah terendam air cukup tinggi. Pagi ini kami akan mengirimkan nasi bungkus untuk sarapan warga korban banjir karena mereka belum bisa sarapan," ujar Sumartono Hadinoto dari PMI Surakarta.


(mbr/asy)


Berita Terkait