Penangkapan berawal dari adanya laporan Batalyon Cobra Serpong yang berhasil menangkap pelaku yang melakukan penipuan dengan mengaku sebagai anggota BIN dengan pangkat Mayor.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku ternyata anggota BIN gadungan dan hanya ingin mencari keuntungan," kata Kapolsek Serpong, Kompol Nico Andreano Setiawan kepada wartawan di Mapolsek Serpong, Selasa (21/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari keterangan pelaku, korban diiming-imingi menjadi PNS dan anggota BIN," terang Nico.
Dalam melakukan aksinya, Kurniawan diketahui menggunakan tiga nama samaran untuk mengelabui korbannya yakni, Yudit, MH, dan RM.
"Kami masih melakukan pengembangan untuk kasus ini, masih ada jaringannya lagi selain pelaku. Kita juga akan mencocokan ke Polsek Ciputat, apakah pelaku yang selama ini beraksi di Ciputat," tambah Nico.
Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti, yakni berupa kartu identitas palsu yang menunjukkan pelaku sebagai anggota BIN dan TNI.
Kemudian juga, satu buah senjata api palsu, sejumlah stempel Kepolisian, tabungan Bank BCA dengan saldo sebesar Rp 1,7 miliar, satu unit laptop, mobil Pajero Sport dengan plat nomor yang diganti dan dilengkapi identitas polisi serta beberapa berkas lainnya.
Sementara itu, Kurniawan menuturkan, dirinya mendapat dukungan dari seseorang bernama Hariyadi yang mengaku sebagai anggota BIN lainnya. Hariyadi, diketahuinya merupakan anggota BIN di pusat sehingga bisa membantu dalam seseorang untuk menjadi PNS atau Polisi.
"Saya juga merasa ditipu, karena dia (Haryadi) menjanjikan saya menjadi anggota BIN, tapi sampai sekarang nggak," kata pelaku yang mengaku sebagai pegawai konsultan SDM disalah satu perusahaan ini.
Dikatakan Kurniawan, dirinya mengganti nama atas saran dari Haryadi tersebut. "Kalau mau masuk BIN, kan nama asli harus di rubah," ungkapnya sambil menundukkan kepala.
(nvc/nvc)











































