"Saat ini sudah lebih baik dari kemarin dan sudah bisa berbicara namun suaranya kecil," ujar ayahanda SM, Kino, yang setia menunggui putranya yang tergolek di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2012).
Saat ini selang oksigen masih digunakan SM. Pun demikian dengan selang infus dan selang makan. Namun secara umum keadaannya mengalami perkembangan yang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluarga sangat menyesalkan kejadian ini, karena pelaku merupakan teman satu sekolah dan teman sepermainan. Jengkel, gemas saja, kok ada anak kecil sebrutal itu," curhat Kino.
Keluarga berharap A mendapat hukuman setimpal agar kelak tidak mengulangi perbuatan kejam itu lagi.
SM dirawat di sebuah ruangan di mana tidak sembarang orang masuk. Hanya 1-2 kerabat yang boleh masuk selain petugas medis RS tersebut.
SM adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Dia lahir dari pasangan tunanetra yang tinggal di Depok, Jawa Barat.
SM terluka parah setelah ditusuk berkali-kali oleh A yang merupakan teman sekelasnya di SD kawasan Cinere, Depok. 8 Luka tusukan bersarang di ulu hati, perut, tangan dan paha SM. Penusukan terjadi karena A kalap lantaran ketahuan mencuri HP milik SM. HP itu merupakan hadiah SM dari ayahnya.
(vit/nvc)










































