"Sebelumnya sudah datang beberapa pihak mengadukan yang sama," kata Ketua Komisi Pengawas PD, TB Silalahi, kepada detikcom, Selasa (21/2/2012).
Bila akhirnya kasus Diana Maringka yang akhirnya mencuat, hal itu karena diungkap ke media massa terlebih dahulu sebelum disampaikan kepada Komisi Pengawas PD. Sedangkan para pelapor lainnya menyampaikannya dalam lingkup internal PD dan tidak membicarakan kasusnya kepada pers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi itikad mereka harus kita hargai. Mereka pun senang ada lembaga untuk tampung pengaduannya," sambung salah seorang pendiri PD ini.
Meski sudah lebih dari satu laporan yang diterima, Komisi Pengawas PD akan terus mengumpulkan data-data dari kasus bersangkutan. Kemudian melakukan verifikasi atas data-data tersebut kepada pihak-pihak yang terkait.
"Itu butuh waktu. Kami tidak mau buru-buru mengambil kesimpulan," tegasnya.
Mencuatnya isu praktek politik uang dalam Kongres PD pada 2010 itu, berawal dari pengakuan M Nazaruddin semasa masih menjadi buronan KPK akhir tahun lalu. Isu yang sempat ditepis itu, kembali mencuat setelah Diana Maringka membeberkannya kepada media massa.
Di jajaran elit politisi PD, ada yang membenarkan adanya praktek politik uang. Beberapa lainnya yang menduga ada motif politik di balik pengakuan itu, sebab Diana Maringka baru mengungkap masalah internal itu setelah tidak lagi menjabat Ketua DPC PD Minahasa Tenggara dan itu pun melalui media massa.
(lh/vit)










































