"Money politics itu di semua partai, apalagi di Golkar. Golkar kan hobinya sok suci," kata Ruhut kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/2/2012).
Ruhut memang cukup lama membangun karir di Golkar. Mulai dari jenjang paling bawah hingga posisi kepengurusan di tingkat DPP. Selama itu pula, mantan praktisi hukum ini melihat praktek politik uang berseliweran di dalam Kongres Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan munafikin lah ya politisi Golkar," gugat Ruhut.
Partai Golkar tak sepakat dengan pernyataan Wakil Ketua Umum PD Max Sopacua yang menyebut money politics di Kongres sebagai sesuatu yang wajar. Money politics jelas coretan buruk demokrasi.
"Hah, wajar?? Logika dari mana itu? Saya mau belajar kalo memang ada yang menulis tentang teori kebenaran money politics. Bagi saya itu bukan hal yang wajar, seharusnya kita belajar memenangkan pertarungan dengan fair dan bersih dari politik uang," kata Jubir Partai Golkar, Wasekjen Golkar, Nurul Arifin, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2012).
Nurul berharap money politics tak terjadi di suksesi kepemimpinan di Golkar. Meski Nurul tak yakin apa benar Golkar bebas money politics.
"Saya berharap hal itu tidak terjadi di Golkar. Semoga Golkar bisa menjadi partai modern, terbuka dan bersih. Jika saya ngomong tak ada, itupun tak mungkin benar sepenuhnya. Tapi kita sama-sama meminimalisir money politics. Juga yang punya hak suarapun seharusnya belajar untuk tidak mata duitan dan lebih idealis," harap Nurul.
(van/lh)











































