Digusur, Pedagang 'Pasar Kaget' Peterongan Semarang Demo

Digusur, Pedagang 'Pasar Kaget' Peterongan Semarang Demo

- detikNews
Senin, 02 Agu 2004 13:30 WIB
Semarang - Sekitar 120-an pedagang 'pasar kaget' yang berjualan di sepanjang jalan Mataram Semarang mendatangi Balaikota Semarang, Jl. Pemuda, Senin (02/08/2004). Mereka tidak terima digusur Pemkot dan meminta diperbolehkan berjualan kembali di lokasi semula. Aksi pedagang sembako itu dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka datang dengan mengendarai sepeda motor dan angkutan umum dengan membawa sejumlah dagangannya. Di balai kota, mereka berorasi menuntut Walikota Sukawi Sutarip menemuinya. Sayang sekali, walikota yang akan berakhir masa tugasnya akhir tahun ini sedang ada acara di luar.Karena benar-benar tanpa persiapan, para pedagang itu pun nyaris tak tahu apa yang dilakukan. Begitu lelah berorasi, mereka hanya duduk-duduk dan tiduran di halaman balai kota. Merekea berjanji akan tetap dibalai kota sampai ada perwakilan Pemkot menemui dan menjelaskan penggusuran itu.Salah seorang pedagang sayuran Kadiono (32) mengatakan, mereka telah berdagang selama 11 tahun di sana. "Kalau alasannya hanya karena kami mengganggu lalu lintas, seharusnya sejak dulu kami tak diperbolehkan di sana. Tapi kenapa harus sekarang. Kami akan menunggu penjelasan dari pemerintah," katanya retoris di sela-sela aksi.Sekitar pukul 10.30 WIB, mendadak ada rombongan aktivis LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi) mendatangi para pedagang yang pasrah itu. Sebanyak 15 aktivis yang datang dengan satu mobil bak terbuka itu itu segera membuat semangat para pedagang itu naik lagi. Bersama mereka akhirnya bergerak lagi.Oleh para mahasiswa, mereka dipertemukan dengan perwakilan Pemkot dan bernegoisasi. Akhirnya Pemkot menyerah. Setda Saman Kadarusman didampingi Kepala Satpol PP Kota Semarang mengundang 6 perwakilan pedagang. Dalam dialog selama 1 jam itu, Pemkot bersikeras tak akan menarik kembali kebijakan penggusuran itu."Jumlah warga yang meminta pasar kaget itu ditertibakan lebih banyak dibanding pedagang. Karena itu, kami tak akan mencabut kebijakan itu. Toh para pedagang juga kami carikan tempat baru di Pasar Peterongan," kata Saman tegas.Dengan diliputi kekecewaan, ratusan pedagang segera meninggalkan balai kota begitu mendengar Pemkot tak menarik kembali kebijakannya. Sambil mengumpat, beberapa dari pedagang mengatakan tak akan pindah ke Pasar Peterongan. "Soalnya kalau ditempatkan di pasar, pembeli tak mau datang," kata Suharni (34). (asy/)


Berita Terkait