"DPR sebagai lembaga yang punya kedudukan terhormat, tapi kalau terus seperti ini bisa kehilangan legitimasinya. Apapun dalam negara demokrasi, diperlukan DPR yang kredibel untuk melakukan kontrol terhadap pemerintah, jangan sampai orang tak percaya dengan kredibilitas DPR," kata Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2012).
Bagi Pramono, temuan 2000 transaksi mencurigakan jelas akan memberi kontribusi terhadap kian terpuruknya citra DPR. Karenanya DPR perlu mengadakan perbaikan, atau akan berada dalam posisi yang kian membahayakan.
"Secara kelembagaan berpengaruh. Apapun sekarang ini yang menyangkut DPR orang berpikir begitu. Pelan-pelan kalau tidak melakukan pembenahan di internal DPR ini membahayakan," kata Pramono.
Namun Pramono menggarisbawahi bahwa transaksi mencurigakan dilakukan oknum anggota DPR. Harusnya tidak diposisikan sebagai kesalahan DPR secara lembaga.
"Saya sangat mendukung ya, termasuk proaktif kalau KPK masuk mengambil data-data yang dibutuhkan,"tegasnya.
PPATK menyatakan sedang menganalisis terhadap 2000 rekening anggota DPR. Namun pernyataan yang ditulis dalam jawaban resmi PPATK ini dicoret dengan stabilo hitam.
"Saat ini PPATK sedang melakukan proses atas lebih dari 2000 laporan terkait dengan anggota DPR dimanta mayoritas transaksi dilakukan oleh anggota Banggar DPR," tulis Ketua PPATK M Yusuf dalam materi rapat dengar pendapat PPATK dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/2/2012). Tulisan tersebut dicoret stabilo warna hitam.
Saat dikonfirmasi anggota DPR, Ketua PPATK memberikan penjelasan. Bahwa pernyataan tersebut tak dibuka sekarang karena proses analisis masih berlangsung.
(van/lh)











































