DPK DKI Protes Disebut Sering Terlambat ke Lokasi Kebakaran

DPK DKI Protes Disebut Sering Terlambat ke Lokasi Kebakaran

- detikNews
Senin, 02 Agu 2004 12:43 WIB
Jakarta - Dituding sering terlambat, membuat Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) DKI protes. Mereka mengatakan, keterlambatan itu lebih banyak disebabkan faktor eksternal.Kepala DPK DKI Jakarta, Johny Pangaribuan kepada wartawan di Balaikota DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan, Senin (2/8/2004) mengatakan, keterlambatan itu tidak semuanya bersumber dari pihaknya. Kecepatan melaporkan kejadian dan kondisi fasilitas umum yang ada ikut menjadi penyebab."Misalnya kebakaran di tempat kumuh, dalam 20 menit saja sudah merambat. Padahal mereka memberi tahu kita telat, ketika kita berangkat macet. Sampai di lokasi jalanan sempit, kita mau masuk dihadang masyarakat dan airnya tidak ada," kilah Johny."Membuat jalan kan bukan urusan saya, penertiban bangunan juga bukan urusan saya. Yang kita inginkan, di lapangan kita bisa masuk, tersedia air, dan masyarakat tidak mengganggu," imbuh Johny. Ada 53 Titik Rawan KebakaranDalam kesempatan itu, Johny juga mengatakan, saat ini 53 titik rawan kebakaran di DKI Jakarta. Sebagian besar titik rawan ini berada di daerah perkampungan.Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI sudah melakukan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya pembagian alat pemadam kebakaran portable meski masih dalam jumlah yang terbatas."Idealnya setiap rumah memiliki satu buah, tapi untuk saat ini hal itu masih tidak mungkin. Tahun lalu kita sudah membeli 6 ribu buah, jika untuk seluruh Jakarta, jumlah tersebut memang tidak seberapa," kata Johny.Johny menambahkan, Jakarta masih membutuhkan lebih banyak alat pemadam kebakaran. Untuk mencapai jumlah ideal, hal itu perlu dilakukan secara bertahap."Jumlah RT saja mencapai 30.000, jadi masih perlu banyak. Menurut saya kalau mau ya harus bertahap dan setiap RT jangan hanya diberi satu. Namun yang tidak kalah penting adalah kepedulian masyarakat. Mereka jangan hanya menunggu dari pemerintah," ungkap Johny.Langkah lain yang ditempuh pemerintah adalah menyediakan alarm dini. Alat ini sangat efektif untuk mengetahui lokasi kebakaran dalam waktu singkat. Saat ini sudah ada 600 alarm dini yang disebar di seluruh wilayah Jakarta."Jika alarm itu ditekan kita bisa memonitor alamatnya, hal ini sangat efektif. Kita berharap semua bangunan memakai alarm ini," tutur Johny. (djo/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads