Penuntasan Kasus Nazaruddin Kunci Masa Depan PD

Penuntasan Kasus Nazaruddin Kunci Masa Depan PD

- detikNews
Selasa, 21 Feb 2012 10:22 WIB
Penuntasan Kasus Nazaruddin Kunci Masa Depan PD
Jakarta - Partai Demokrat menyadari sedang terbebani stigma kasus Nazaruddin. Bagaimanapun penuntasan kasus Nazaruddin menjadi salah satu kunci masa depan PD utamanya menyongsong Pemilu 2014.

"Kami hanya bisa berharap pengadilan Nazaruddin cepat selesai," harap Wasekjen PD, Ramadhan Pohan.

Hal ini disampaikan Ramadhan menaggapi rendahnya elektabilitas PD dalam survei terakhir. Hal ini disampaikan Ramadhan kepada detikcom, Selasa (21/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wajar saja kader PD harap-harap cemas menanti pengadilan Nazaruddin. Mengingat sejumlah elite PD disebut-sebut Nazaruddin tersangkut kasus ini. Bahkan wasekjen PD Angelina Sondakh kini sudah jadi tersangka kasus suap wisma atlet yang melibatkan Nazaruddin.

Namun Ramadhan berharap KPK menuntaskan kasus ini secara profesional. Tidak terjebak dalam politisasi kasus yang merugikan PD.

"Artinya, yang salah adalah salah dan proses hukum. Sedangkan yang tak salah, ya jangan disalah-salahkan. Gitu aja. Akhir tahun ini, percayalah, kami bakal rebound. Kepercayaan rakyat pulih terhadap PD. Selain karena usainya kasus Nazar, waktu yang bergulir, juga karena karya PD di masyarakat lebih massif dan terasakan," ujarnya optimis.

Seperti diketahui hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan Partai Demokrat mengalami penurunan suara paling signifikan dibanding partai lain. Suara ini diduga lari ke pemilih mengambang.

Survei pada 1-12 Februari 2012 dengan pengambilan responden multistage random sampling dari 33 provinsi dan menjaring 2.050 orang. Dengan metode wawancara tatap muka, pada pertanyaan bila Pileg anggota DPR dilakukan pada Februari 2012, dari 38 pilihan partai dan lainnya (merujuk jumlah parpol pada Pileg 2009), maka hasilnya menurut persentase adalah:

1. Golkar 15,5 persen
2. PD 13,7 persen
3. PDIP 13,6 persen
4. Gerindra 4,9 persen
5. PPP 4,9 persen
6. PKB 4,6 persen
7. PAN 4,1 persen
8. PKS 3,7 persen
9. Hanura 1,2 persen
10. Lainnya 5,1
11. Belum tahu 28,9 persen

"Posisi 1-3 masih dipegang kekuatan lama. Yang menarik, PD mengalami penurunan elektabilitas signifikan dari. Pemilu 2009 dari 21 persen menjadi 13,7 persen," ujar peneliti LSI Burhanudin Muhtadi dalam jumpa pers di Kantor LSI, Jalan Lembang Terusan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2012).

(van/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads