Saudi: Pasukan Arab akan Dikirim ke Irak Setelah AS Mundur
Senin, 02 Agu 2004 11:40 WIB
Jakarta - Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa pasukan Arab yang dikirimkan ke Irak, harus sebagai pengganti pasukan koalisi pimpinan AS di sana. Pengiriman pasukan Muslim itu juga hanya akan dilakukan atas permintaan bangsa Irak.Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Saudi, Pangeran Saud al-Faisal seperti dilansir kantor berita Associated Press (AP), Senin (2/8/2004).Dikatakan Saud, pemerintah Irak harus meminta pengerahan pasukan tersebut "dengan dukungan penuh dan jelas dari rakyat Irak." Dituturkannya, pasukan ini akan beroperasi di bawah naungan PBB dan "akan menggantikan pasukan koalisi yang saat ini berada di Irak, dan bukan sebagai tambahan untuk itu."Statemen ini disampaikan Menlu usai bertemu Sekjen Liga Arab Amr Moussa. Pertemuan itu untuk membahas proposal Saudi mengirimkan pasukan Arab dan Muslim ke Irak.Menurut Saud, kerajaan Saudi telah menghubungi sejumlah negara yang tertarik akan situasi di Irak dan "kontak ini menghasilkan peletakan kerangka kerja yang memungkinkan pengiriman pasukan ke Irak bisa dibicarakan.""Harapan kerajaan, pertama-tama, adalah menemukan jalan untuk mempercepat penarikan pasukan koalisi dari Irak. Saya harap isu ini ditangani dengan serius," tegas pejabat tinggi Saudi itu.Diungkapkannya, pejabat-pejabat Saudi telah mengadakan pembicaraan dengan pemerintah interim Irak, Sekjen PBB Kofi Annan dan pejabat AS dan "kami meminta mereka untuk mempelajari persyaratan ini.""Pemikiran ini dibahas dengan Menteri Luar Negeri AS Colin Powell," ujar Saud. Diimbuhkannya, gagasan mengirimkan pasukan Muslim ke Irak tersebut berasal dari Malaysia."Pasukan dari negara-negara Arab dan Muslim yang dikirim ke Irak tidak akan sama dengan pasukan yang ada sekarang (di Irak). Mereka tidak datang sebagai penyerang ataupun penjajah. Mereka akan pergi ke sana untuk membantu rakyat Irak," tandas Saud.
(ita/)











































