Itu pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai menyaksikan pemutaran film 'Born To Be Wild' di teater Imax Keong Mas, TMII, Jakarta Timur, Senin (20/2/2012) malam.
"(Filmnnya) Bagus sekali. Menyentuh. Mudah-mudah yang nonton tergerak dan kita bisa menjaga kelestariannya," ajak SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam film berdurasi 40 menit ini dikisahkan Dr Birute Galdikas, warga negara Kanada yang mengabdikan dirinya selama 40 tahun untuk konservasi orangutan Kalimantan. Selama itu, dia mengurusi anak orangutan yang induknya dibunuh hingga dewasa lalu dilepaskan ke alam.
Selain itu, dikisahkan juga seorang wanita bernama Daphne yang merawat anak-anak gajah di Afrika. Keduanya tanpa pamrih melakukan itu semua.
Film yang dinarasikan oleh aktor Morgan Freeman ini sudah dirilis di Amerika Serikat dan mendapat antusias yang luar biasa dari penonton di sana. Sejak hari ini, film produksi Warner Brothers tersebut akan diputar di di Keong Mas selama 3 bukan kedepan.
"Semoga film ini bisa menginspirasi semua pihak untuk menjaga orangutan," kata Dino Patti Djalal.
Orangutan saat ini termasuk dalam jenis status satwa yang dilindungi. Pada IUCN Red List edisi tahun 2002, orangutan kalimantan dikategorikan langka.
Saat ini, jumlah orangutan di Indonesia diprediksi hanya 51.300 ekor. Angka ini terus menurun dalam beberapa dekade terakhir.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka dalam 10 tahun terakhir, Indonesia akan kehilangan hampir 50 persen dari jumlah populasi yang ada.
(mad/mpr)











































