Menlu Marty Natalegawa mengatakan, komisi itu akan menggelar konferensi pertama di Jakarta hingga tanggal 24 Februari 2012. Indonesia dipilih sebagai tuan rumah karena menjadi negara demokrasi muslim terbesar di dunia.
"Pertemuan ini sifatnya masih prosedural, untuk tetapkan pola kerja dari komisi ini. Juga dibahas antara sekjen dan presiden mengenai perkembangan di belahan dunia saat ini, Suriah misalnya. Dimana OKI seharusnya bisa berperan untuk menangani masalah ini," kata Marty.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Marty, komisi ini bisa jadi solusi untuk masalah Suriah. Terutama untuk memprakarsai terbentuknya pemerintahan yang lebih demokratis.
"Di Indonesia, ini bisa menjadi self confident, dimana terdapat sebuah pengakuan agar Indonesia bisa memberikan kontribusi," terangnya.
Siti Ruhaini Dzuhayatin, Komisioner OKI dan Ketua Komisi HAM OKI di Jakarta menambahkan, isu-isu keagamaan dan kekerasan di Indonesia juga turut menjadi pembahasan. Meski begitu, aksi dari komisi ini masih perlu pembahasan lebih jauh.
"Itu akan jadi bagian dari strategic issue yang akan dibahas di komisi ini," ungkapnya.
"Ini akan menjadi satu agenda. Ini komisioner yang cukup independen dan mereka semua akan melihat itu sebagai common problem di negara-negara itu," sambung Marty.
(mad/nvc)











































