Repdem Yogya Demo Tolak Tambang Pasir Besi

Repdem Yogya Demo Tolak Tambang Pasir Besi

- detikNews
Senin, 20 Feb 2012 13:14 WIB
Yogyakarta - Puluhan aktivis Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi demo menolak penambangan pasir besi di Kulonoprogo. Mereka juga mendesak pemerintah Kabupaten Kulonprogo mencabut izin penambangan yang akan dilakukan di sekitar pantai selatan itu.

Aksi diawali dari Taman Parkir Abu Bakar Ali, sebelah timur Stasiun Tugu Yogyakarta, menuju kawasan Malioboro dan berakhir di titik nol kilometer, Senin (20/2/2012). Dalam aksinya, mereka membawa sebuah spanduk sepanjang 3 meter bertuliskan "Tolak Tambang Pasir Besi Kulonprogo" dan sejumlah bendera organisasi Beberapa poster yang dibawa diantaranya bertuliskan "pasir besi = petani mati, tanah untuk rakyat bukan untuk investor asing".

Koordinator aksi, Fokki Ardiyanto, mengatakan saat ini banyak kabupaten-kabupaten di Indonesia, termasuk Kabupaten Kulonprogo, menjadi ajang rebutan investor asing untuk dikeruk sumber kekayaan alamnya. Bila sumber daya alam habis langsung ditinggalkan, sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan.

Kegiatan penambangan di Pantai Selatan Kulonprogo, kata Fokki, jelas akan merugikan rakyat. Sebab investor asing akan mendapatkan 70 persen dari tambang. Sementara, pemkab setempat hanya 30 persen saja.

"Ini jelas merugikan rakyat dan jauh dari semangat Tri Sakti yang dikumandangkan Bung Karno dan hanya menguntungkan investor asing saja," tegas Fokki di halaman gedung DPRD DIY di Jl Malioboro.

Pihaknya mendukung warga pesisir selatan Kulonprogo yang menolak kegiatan tambang pasir besi di wilayah tersebut dan meminta pemkab setempat mencabut izin penambangan. Mereka juga meminta agar Tukijo warga Kulonprogo yang saat diajukan ke pengadilan dan menjalani hukuman karena menolak penambangan.

"Bebaskan Tukijo dan bersihkan aparat yang berjaga di lokasi," katanya.

Meski aksi berlangsung dengan tertib. Puluhan aparat kepolisian baik yang berseragam maupun tidak, terus mengawal massa.

(bgs/try)


Berita Terkait