Dubes: RI Perlu Dilihat dengan Kacamata Jernih

Laporan dari Groningen

Dubes: RI Perlu Dilihat dengan Kacamata Jernih

- detikNews
Senin, 20 Feb 2012 11:59 WIB
Dubes: RI Perlu Dilihat dengan Kacamata Jernih
Groningen - Kadang Indonesia masih disalahmengerti. Sebagian cenderung menggunakan kacamata lama untuk melihat Indonesia. Kacamata lama tentu akan menghasilkan proyeksi kabur mengenai Indonesia.

Hal itu disampaikan Duta Besar RI Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Belanda Retno Lestari Priansari Marsudi dalam sambutan pembukaan Indonesian Dinner 2012 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Groningen di Treslinghuis, Groningen (17/2/2012).

Agenda tahunan PPI Groningen yang bertujuan untuk mempromosikan kuliner, seni budaya dan pariwisata Indonesia tersebut berformat 10 course dinner, dikemas dengan berbagai lagu dan tari- tarian daerah, kuis berhadiah, door prize dan demo interaktif Tari Sajojo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadir kalangan internasional di Groningen, antara lain dari akademisi, dunia usaha, lembaga pemerintah setempat, Red Cross, media dan mahasiswa asing dari berbagai negara. Dubes Retno didampingi oleh suami, Agus Marsudi, Atase Pendidikan Ramon Mohandas dan staf lainnya.

Menurut Dubes, Indonesia sekarang bukan Indonesia seperti sepuluh tahun lalu. Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi ke-16 terbesar di dunia dan masuk G-20.

"Ekonomi Indonesia tumbuh secara signifikan dan tahun lalu berhasil mencapai pertumbuhan 6,5%, yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ketiga terbesar di Asia setelah Cina dan India," ujar Dubes.

Tahun ini, lanjut Dubes, Indonesia memproyeksikan untuk mencapai pertumbuhan 6,7%-7%. Perdagangan Indonesia melampaui USD 200 miliar. Sedangkan GDP Indonesia tercatat USD 834 miliar dengan cadangan devisa USD 111 miliar.

"Indonesia telah belajar banyak dari krisis 1997/1998 ketika mengalami kontraksi ekonomi minus - 13,5%. Indonesia sepenuhnya telah merestrukturisasi ekonomi dan itu membawa hasil sekarang," imbuh Dubes.

Sementara itu di arena internasional, Indonesia selalu berusaha memainkan peranan signifikan. Dalam konteks ASEAN, Indonesia adalah negara pendiri, juga termasuk diantara negara yang sangat aktif membangun konsep Komunitas ASEAN 2015,mendorong lembaga HAM di ASEAN dan memajukan demokrasi di kawasan.

Dengan perkembangan positif, Indonesia mampu berkontribusi lebih banyak di arena internasional. Sebagai anggota G-20, Indonesia mempunyai platform untuk menyumbangkan sesuatu demi ekonomi dunia. Indonesia juga menggunakan keanggotaannya di semua organisasi internasional untuk perbaikan, kemajuan, perdamaian, keamanan dan kesejahteraan dunia.

Dubes juga menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk berbagai macam suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat, dengan populasi muslim terbesar di dunia, dan menempatkannya sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.Indonesia adalah bukti hidup dimana Islam, demokrasi dan modernitas bisa berdampingan dalam harmoni.

"Tahukah Anda bahwa pengarusutamaan gender juga telahsepenuhnya terjadi di dalam sistem pemerintahan di Indonesia? Kehadiran saya di sini sebagai Duta Besar wanita membuktikan hal itu," terang Dubes mengenai pemuliaan dan kedudukan wanita di Indonesia.

Sebelumnya di hadapan masyarakat internasional tersebut Dubes memaparkan betapa Indonesia adalah negara sangat besar secara teritorial. Jika diletakkan di peta Eropa, wilayah Indonesia itu akanmembentang dari Irlandia sampai Turki atau Laut Hitam.

Dengan wilayah sebesar itu, terdiri lebih dari 17.000 pulau, Indonesia mempunyai 3 zona waktu dan diperlukan waktu 7 jam penerbangan dari titik di barat sampai di timur.

Penduduk Indonesia, jelas Dubes, juga terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan AS, dengan populasi 240 juta orang. Hal menarik, populasi terbesar Indonesia adalah usia produktif. Tenaga kerja berlimpah untuk melakukan pembangunan.

"Tantangannya adalah ketersediaan pendidikan dan pekerjaan. Mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Groningen adalah mereka yang diantaranya diharapkan menjadi agen pembangunan tersebut," tegas Dubes.

Mengenai pendidikan, pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mengalokasikan 20% anggarannya. Itu merupakan anggaran terbesar dalam APBN Indonesia. Di beberapa pemerintah daerah yang kaya, persentase anggarannya bahkan melampaui 20%.

Dubes menyampaikan bahwa pada malam itu masyarakat internasional di Groningen dapat menyaksikan beberapa pertunjukan kebudayaan dan menikmati kuliner Indonesia. Namun, semua itu hanya contoh kecil tentang Indonesia.

"Silakan datang dan mengunjungi Indonesia. Inilah cara terbaik untuk memahami Indonesia. Dari Amsterdam, Anda dapat terbang dengan Garuda Indonesia, dimana Anda akan langsung merasakan keramahan Indonesia di dalam pesawat," pungkas Dubes.
(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads