"Dia tidak pernah ikut uji coba senjata tersebut! Memang dia ada di dekat situ, namun dia menghadiri pernikahan Blackberry (rekan Umar Patek)," bantah pengacara Umar Patek, Asludin Hanjani, usai sidang Eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jl S Parman, Jakarta, Senin (20/2/2012).
Asludin menyatakan, terdakwa Umar patek tidak pernah melihat senjata api jenis M-16 yang dipakai untuk latihan tersebut. Kendati latihan itu tetap ada, namun Umar Patek tetap membantah keterlibatannya dalam pelatihan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya, lanjut Asludin, akan memanggil saksi-saksi terkait pelatihan tersebut walaupun dua aktor utama pelatihan itu sudah meninggal. Dulmatin dan Blackberry merupakan aktor dalam pelatihan itu yang tewas di Pamulang pada 2010 silam.
"Kita akan panggil saksi lainnya walaupun Dulmatin dan Blackberry sudah meninggal. Saya tidak bisa sebut namanya," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Jaksa Penuntut Umum pada sidang dakwaan, Senin (13/2/2012) mengatakan bahwa Umar Patek juga sempat melakukan uji coba senjata api jenis M.16 bersama Dulmatin di Lebak, Banten.
Umar Patek pernah melakukan uji coba tiga pucuk senjata M-16 sekitar bulan Desember 2009 di tepi pantai wilayah Banten. Tiga senjata itu kemudian dibawa ke Aceh untuk digunakan dalam pelatihan militer di pegunungan Jalin Jantho, Aceh.
(rvk/nvc)











































