Pertama, Demokrat menilai masih ada peluang besar untuk mengembalikan elektabilitasnya mengingat banyaknya suara dari golongan putih pada survei LSI. Partai Golkar yang menempati puncak klasemen dengan 15,5 persen hanya unggul tipis dari Demokrat (13,7 persen).
"Soal penurunan elektabilitas itu hampir terjadi di semua partai. Banyak yang golput. Nah ini peluang bagi kami untuk merebut kembali suara yang mengambang ini," tutur Wasekjen PD yang juga menjabat Sekretaris Fraksi PD di DPR-RI, Saan Mustopa, kepada detikcom, Senin (19/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Demokrat memiliki peluang besar jika mampu melaksanakan program yang benar-benar menyentuh sendi kemasyarakatan," papar Saan.
Kedua, Demokrat tidak menutup mata pada isu seputar kasus korupsi yang akhir-akhir ini menerpa partai berlambang bintang mercy ini. Saan menyatakan, partainya melalui Dewan Kehormatan dan Komisi Pengawas akan berupaya untuk menindak tegas kader partai yang terindikasi atau terbukti melanggar hukum.
"Melalui dewan kehormatan dan komisi pengawas, semua kader bermasalah akan diproses. Untuk kasus hukum yang sudah berjalan, Demokrat menyerahkan kepada penegak hukum untuk bekerja sebagaimana mestinya," ungkapnya.
(fjp/nrl)










































