"Itu kan kalau Pemilu hari ini. Kami di PD tidak alergi dengan hasil survei. Dan itu kan rekaman dalam satu bulan terakhir," ujar Wasekjen PD Ramadhan Pohan kepada detikcom, Senin (19/2/2012).
Ramadhan mengakui partainya memang tengah memiliki masalah, khususnya terkait isu kasus korupsi yang mendera selama beberapa waktu terakhir. Namun dia menolak anggapan hal itu menjadi 'kiamat' bagi Demokrat.
"Ya memang ada masalah. Kan gencar diberitakan terus menerus. Tapi kami yakin dapat rebound di 2014 dengan melakukan pembenahan," ujarnya.
Ramadhan juga meminta adanya pembedaan antara oknum/kader partai dengan institusi partai. "Dua hal itu kan berbeda, jangan terus selalu dikaitkan," paparnya.
Seperti diketahui hasil survei LSI menyebutkan Partai Demokrat mengalami penurunan suara paling signifikan dibanding partai lain. Suara ini diduga lari ke pemilih mengambang.
Survei pada 1-12 Februari 2012 dengan pengambilan responden multistage random sampling dari 33 provinsi dan menjaring 2.050 orang. Dengan metode wawancara tatap muka, pada pertanyaan bila Pileg anggota DPR dilakukan pada Februari 2012, dari 38 pilihan partai dan lainnya (merujuk jumlah parpol pada Pileg 2009), maka hasilnya menurut prosentase adalah:
1. Golkar 15,5 persen
2. PD 13,7 persen
3. PDIP 13,6 persen
4. Gerindra 4,9 persen
5. PPP 4,9 persen
6. PKB 4,6 persen
7. PAN 4,1 persen
8. PKS 3,7 persen
9. Hanura 1,2 persen
10. Lainnya 5,1
11. Belum tahu 28,9 persen
"Posisi 1-3 masih dipegang kekuatan lama. Yang menarik, PD mengalami penurunan elektabilitas signifikan dari Pemilu 2009 dari 21 persen menjadi 13,7 persen," ujar peneliti LSI Burhanudin Muhtadi dalam jumpa pers di Kantor LSI, Jalan Lembang Terusan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2012).
(fjp/fjp)











































