Pukul 05.40 WIB, KA Babaranjangan BBR 36 berangkat dari Stasiun Penimur. KA yang disewa PT Tambang Batubara Bukit Asam ini tak bermuatan dan dikemudikan Jaswir dengan dibantu Ranggi (asisten masinis).
Pada saat yang hampir bersamaan, KA Babarangjangan Suka Cinta dengan muatan penuh berangkat dari Stasiun Niru. Jarak antara kedua stasiun ini sekitar 10 Km. KA Babaranjang Suka Cinta II disewa PT Bara Alam Utama dan dikemudikan Sunaidi (masinis) dan Sajidin (asisten masinis).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novi yang sempat menyelamatkan diri sebelum tabrakan ini menambahkan, suara keras mengiringi benturan keras lokomotif kedua kereta. Beberapa detik kemudian, lokomotif kedua kereta terbakar.
"Saya berusaha menyelamatkan diri. Dan terlihat ada api membakar. Situasinya tidak memungkinkan saya menyelamatkan mereka (masinis dan asisten masinis). Saya minta tolong sejumlah pekerja perbaikan rel di sekitar lokasi," kata Novi yang mengalami luka ringan.
Masinis kedua kereta terjebak di lokomotif. Nyawanya tak terselamatkan akibat amukan api.
Selain Novi, korban yang selamat lainnya adalah Andi (26). Dia merupakan pembantu di KA Babaranjang BBR 36. "Saya berada di lokomotif bagian belakang saat kejadian. Tiba-tiba terasa ada benturan. Setelah kejadian, saya keluar kereta, lalu pingsan," katanya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi penyebab tabrakan tersebut. Proses evakuasi diperkirakan tuntas pada tengah malam ini, Minggu (19/2). Selain mengganggu jadwal kereta penumpang, kejadian itu diperkirakan menghambat suplai batu bara ke Jawa.
(try/try)











































