Keterangan diperoleh detikcom, tiga orangutan itu ditemukan oleh rombongan pramuka di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) di daerah Sangkima, Kabupaten Kutai Timur, pada hari Kamis (9/2/2012) lalu.
"Ditemukan rombongan Pramuka ke pos TNK di Sangkima. Kondisinya memperihatinkan," kata Kepala Balai TNK Kalimantan Timur, Asep Sugiharto, melalui telepon, Sabtu (18/2/2012) sore WITA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat sobekan luka di telapak tangan, bekas siraman air panas di punggung hingga luka tembak dan memar. Satu dari 3 orangutan, sudah dilepasliarkan lantaran diperkirakan masih bisa berinteraksi dengan pepohonan sekitar.
"Ya, saya lihat memang ada bekas luka-luka. Ada juga bekas luka tembakan 2 peluru bersarang yang pelurunya belum dikeluarkan. Juga ada bekas luka di mata," ujar Asep.
"Sempat kita rawat di kantor Balai TNK di sini (Kota Bontang). Tapi karena kita kesulitan medis untuk satwa, kita komunikasikan dengan BOS dan dibawa ke BOS di Samboja," tambahnya.
Saat ini, sambung Asep, diperkirakan terdapat dua ribuan orang utan yang masih berada di kawasan TNK seluas 198.629 hektar. Meski demikian, Asep belum bisa memastikan dugaan perburuan yang dilakukan oknum warga yang tidak menghendaki adanya kehadiran orangutan.
"Kita belum bisa pastikan akibat apa luka-luka orangutan itu. Yang jelas sekarang sudah ditangani BOS di Samboja," tutup Asep.
(lh/lh)










































