Jawara di Survei, Mega Tak Buru-buru Nyapres

Jawara di Survei, Mega Tak Buru-buru Nyapres

- detikNews
Sabtu, 18 Feb 2012 16:31 WIB
Jawara di Survei, Mega Tak Buru-buru Nyapres
Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menempati posisi capres teratas dalam survei yang digelar CSIS. Namun Mega tak buru-buru mengumumkan pencapresannya.

"PDIP selalu selalu memperhatikan dan mencermati setiap lembaga survei melakukan penelitian. Walaupun proses pengambilan keputusan di PDIP tidak sepenuhnya berdasarkan hasil survei khususnya terkait pilpres," kata Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, kepada detikcom, Sabtu (18/2/2012).

PDIP, menurut Tjahjo, juga akan mencermati dinamika politik terakhir. Sebelum nantinya memutuskan siapa capres atau cawapres yang akan diusung dalam pemilu 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisi obyektif dan keputusan politik partai serta mencermati gelagat dinamika politik dan perkembangan internal dan eksternal selalu menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan politik khususnya terkait capres. Keputusan tentang capres bisa sebelum atau sesudah peilu legislatif," kata Tjahjo.

Sementara itu, lanjut Tjahjo, tahun 2012 ini PDIP memantapkan seluruh struktur partai. Prinsipnya, menurut Tjahjo, PDIP tidak ingin tergesa gesa menetapkan capres maupun cawapres unntuk pemilu 2014.

"Ibu Megawati juga tidak ingin tergesa-gesa sebagaimana amar Rakernas I PDIP Desember yang lalu, menyerahkan momentum waktunya kepada Ibu Mega untuk mendeklarasikan capres dan cawapres PDIP," tandasnya.

Centre for Strategic and International Studies (CSIS) melakukan survei prospek Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 terhadap 2.117 responden di 23 provinsi. Hasil survei itu menunjukkan Megawati sebagai salah seorang kandidat dengan dukungan terbanyak.

Dijelaskan CSIS dukungan terhadap Megawati menempati urutan teratas dengan jumlah pemilih 10 persen dari 2.117 responden. Urutan kedua ditempati Prabowo Subianto dengan pemilih 6,7 persen. Sedangkan urutan ketiga bertengger
Jusuf Kalla dengan pemilih 5,6 persen diikuti Aburizal Bakrie dengan 5,2 persen.

Namun elektabilitas Megawati tidak mutlak. Hasil survei juga menunjukkan, jika misalnya SBY maju lagi, maka Megawati akan tersingkir. Sebanyak 17,3 persen responden menyatakan masih akan memilih SBY.

(van/ndr)


Berita Terkait