Seakan tak percaya melihat siswa SD bisa berperilaku demikian. Ahli psikologi forensik dari Universitas Bina Nusantara, Reza Indragiri Amriel menilai, semakin dini seseorang melakukan tindak pidana maka semakin besar peluang ia mengulangi tindak kriminal yang sama tanpa rasa takut.
"Itu yang kita khawatirkan, malah dia bisa mengulangi dengan bobot yang lebih berat," kata Reza saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (18/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dampaknya ke dia, kemarahannya mudah meledak," katanya.
Dalam keseharian belajarnya, Reza juga meyakini siswa A memiliki prestasi yang buruk. Bukan tidak mungkin pula, ia juga sering membangkang terhadap arahan gurunya.
Sesuai Undang-undang, anak di bawah umur yang melakukan tindakan hukum tentu akan dikembalikan ke keluarga agar mendapatkan pengasuhan yang tepat. Namun menurut Reza, permasalahan tidak hanya selesai sampai di situ saja.
"Karena semujarab apa perilaku itu bisa berubah kalau di usia dininya sudah berani sekali seperti itu," tambah pria berkacamata ini.
Ia menyarankan, sekalipun dikembalikan ke keluarga, harus ada peran lembaga lain yang memantau. Apakah si anak mengalami perubahan atau justru tidak mendapatkan perubahan apa-apa.
"Alangkah baik dikembalikan ke keluarga tapi juga menugaskan dinas sosial untuk melakukan sepervisi pada anak dan keluarga dan berikan hasil pemantauan seminggu sekali ke pengadilan. Selama ini dikembalikan keluarga tapi tidak ada yang melakukan pengawasan. Walaupun belum tentu efektif tapi cara ini tidak ada salahnya untuk dicoba," tandasnya.
Seperti sebelumnya diberitakan, A tega menusuk SM karena kepergok mencuri HP milik orangtua SM. SM meminta A agar mengembalikan HP tersebut. Namun bukannya mengamini permintaan SM, A malah menjual HP tersebut. SM pun melaporkan A ke pihak sekolah mereka. Hingga saat ini A belum ditahan.
A sempat berkelit saat hendak ditangkap polisi. Bahkan A pun berusaha melarikan diri dari kejaran polisi.
"Apa Pak jangan main tangkap saya. Salah saya apa. Saya mau sekolah. Dia bicara kayak orang dewasa gitu," kata Kapolsek Limo Kompol Sukardi saat dihubungi detikcom, Jumat (17/2) kemarin.
(lia/mad)










































