Hal tersebut disampaikan Presiden Yudhoyono dalam panen raya di Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Jumat (17/2/2012). Dalam sambutannya, Presiden mempersilakan para kades menyampaikan aspirasinya ke Jakarta, karena dalam demokrasi hal tersebut sangat diperbolehkan.
"Tapi sebenarnya saya lebih senang kalau para kades itu berbondong-bondong ke sawah, untuk mengenali dan menyerap masukan serta kesulitan petani dan kemudian dicarikan solusinya," ujar Presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY menegaskan kedatangannya ke acara panen raya padi itu sekaligus untuk membuktikan banyaknya keluhan yang sampai kepadanya. Dia mengatakan, banyak SMS yang dia terima mengeluhkan banyaknya tanaman padi yang mati karena diserang hama.
"Tapi setelah saya datang ke Sragen ini, terbukti hama itu tidak ada. Pak Menteri Pertanian mengatakan produksi padi rata-rata 5,1 ton per hektare. Tapi saya sungguh bangga karena di Sragen ini bisa mencapai 7 hingga 8 ton per hektare. Kalau produksi padi semua daerah di Indonesia seperti Sragen, maka ketahanan pangan akan terjaga," ujar SBY.
(mbr/try)










































