Para pedagang sejak pagi menunggu di depan pasar, tapi Satpol PP tak tampak. Diperkirakan pemindahan batal dilakukan, Jumat (17/2/2012).
Selain menunggu di depan pasar, pedagang melakukan aktivitas seperti biasa. Salah satu pedagang, Sri Rejeki Slamet mengatakan, para pedagang enggan meninggalkan Pasindra karena RPU Penggaron dinilai sepi dan letaknya jauh dari pusat keramaian. Selain itu, air di Pasindra dirasa lebih bersih dan pembuangan limbahnya bagus dibanding RPU Penggaron.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pedagang siap dipindahkan jika seluruh sarana pemotongan unggas di Kota Semarang siap. "Jika semua siap, kami rela pindah dengan sendirinya. Tak perlu disuruh-suruh, bahkan pakai Satpol PP segala," tambah Sri.
Hal senada disampaikan Kusnanto, perwakilan dagang pasar penggaron. Letak RPU Penggaron yang jauh akan menyulitkan pedagang yang akan mengambil unggas.
"Pedagang dari arah barat (Kendal dan Pantura Jateng) pasti kesulitan, lokasi baru jauh dan padat," ujar Kusnanto.
Rencananya, Pemerintah Kota Semarang akan menggabungkan semua pedagang unggas dari Pasindra ke Rumah Pemotongan Unggas (RPU) Penggaron.
(try/try)











































