Warga PPP Tidak Dijamin Bakal Pilih Mega-Hasyim

Warga PPP Tidak Dijamin Bakal Pilih Mega-Hasyim

- detikNews
Minggu, 01 Agu 2004 07:37 WIB
Jakarta - DPP PPP memang secara resmi menyatakan dukungannya kepada pasangan Mega-Hasyim. Tapi itu bukan jaminan warganya akan manut dengan keputusan partai."Pengarahan dari elit politik PPP itu tidak menjadi jaminan konstituennya akan mengikutinya," kata pengamat politik LIPI Indria Samego saat dihubungi detikcom, Minggu (1/8/2004).Indria kemudian mengingatkan perolehan suara PPP pada Pemilu legislatif yang jauh berbeda dengan perolehan suara Ketua Umum PPP Hamzah Haz yang menjadi capres pada Pilpres putaran pertama."Perbedaan perolehan suaranya kan jauh. Ini menunjukkan, meski konstituen pemilih PPP banyak, tapi ternyata yang mematuhi pilihan partai untuk mendukung Hamzah sebagai capres sedikit," tukasnya.PPP dalam Pemilu legislatif menempati urutan keempat dari 24 peserta dengan perolehan 9.248.764 suara atau 8,15 persen. Sedangkan dalam Pilpres putaran pertama, jagoan PPP yakni Hamzah Haz-Agum Gumelar hanya menempati posisi buncit, yakni urutan kelima dengan 3.569.861 suara atau 3,009 persen.DPP PPP secara resmi menyatakan dukungannya kepada pasangan Megawati-Hasyim Muzadi dalam pilpres putaran kedua 20 September mendatang. Kader yang membelot akan diberikan sanksi tegas. DPP PPP pun akan mengoptimalkan mesin politik partai untuk mendukung Mega-Hasyim. PPP bahkan siap jadi oposisi jika Mega-Hasyim kalah."Tapi mengingat konstituen PPP sudah terbukti tidak patuh pada keputusan partainya saat Pilpres putaran pertama, dukungan PPP ini tidak bisa dijadikan jaminan akan menambah perolehan suara Mega-Hasyim secara signifikan," ujar Indria."Mega akan lebih mendapat suara yang signifikan kalau secara intensif terjun ke lapangan dan menemui rakyat secara langsung. Cara itu akan lebih efektif ketimbang mendekati elit parpol," demikian Indria. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads