Gus Dur:
Tidak Ada DPW yang Dukung SBY
Sabtu, 31 Jul 2004 21:56 WIB
Bandung - Gus Dur membantah adanya dukungan DPW-DPW PKB kepada pasangan SBY-MJK melalui pertemuan di Makassar. Dari laporan yang masuk, dukungan itu hanyalah keinginan segelintir pengurus yang tidak bisa mengatasnamakan partai."Saya sudah tanya kepada Pak Ferry Tinggogoy, pelaksana di Makassar. Kata dia, pertemuan itu hanya untuk membahas soal pelaksanaan Pilpres. Karena itu, saya biarkan pertemuan itu berlangsung."Demikian kata Ketua Dewan Syuro PKB itu ketika ditanya salah seorang pengurus PKB Jabar ihwal kontroversi dukungan yang muncul dari Makassar itu. Gus Dur menjelaskan hal itu di sela-sela kegiatan pembekalan kepada para caleg terpilih PKB Jabar, yang berlangsung di Hotel Jayakarta Bandung, Sabtu (31/7/2004).Dituturkan dia lebih jauh, kemudian ada informasi soal kedatangan Ketua Umum DPP PKB Alwi Shihab dan wakilnya Mahfud MD ke acara itu. "Tapi Muhaimin Iskandar (Sekjen PKB) tidak datang ke sana. Kemudian muncul di koran, Ketua DPW PKB Jatim Choirul Anam mengatakan PKB condong ke SBY. Itu sih hanya Choirul Anamnya yang pengen ke SBY," tukas Gus Dur disambut gelak tawa hadirin.Bus Jurusan SBY-MJKGus Dur sempat menyelipkan humor di tengah penjelasannya itu. Katanya, di Jatim singkatan SBY-MJK itu memang populer. "Itu banyak dipasang di bus-bus, jurusan Surabaya-Mojokerto PP. Ditulisnya ya SBY-MJK PP," selorohnya, lagi-lagi disambut tawa hadirin.Cerita selanjutnya, sambung dia, dirinya kemudian mendapatkan laporan lebih jauh dari Muhaimin Iskandar mengenai beberapa nama yang disebutkan hadir, ternyata sebetulnya tidak datang."Makanya nanti, Senin malam (2/8/2004) di Jakarta akan ada rapat DPP untuk membahas pertemuan itu. Paling tidak ada laporan dari Pak Mahfud dan Pak Alwi, apa yang sebenarnya terjadi," ujar Gus Dur.Kalau memang ada dukungan dari DPW-DPW seperti itu, Gus Dur menegaskan, sesuai dengan disiplin partai, maka nanti akan ada teguran kepada mereka.Yang jelas, Gus Dur meminta jajaran partainya untuk tetap solid dan menjaga kedisiplinan partai. Dia mencontohkan beberapa sikap yang tidak menunjukkan hal itu pada saat pencalonan dirinya digugurkan oleh KPU."Keputusan KPU itu tanggal 22 Juni 2004. Tapi pada tanggal 8 Juni, 14 hari sebelum kejadian itu, sudah ada pengurus PKB yang pidato nanti mau mencoblos Wiranto kalau Gus Dur tidak diloloskan oleh KPU. Ini di mana solidaritas-nya? Solidaritas dan disiplin itu kepada partai, bukan kepada orang lain," tukas Gus Dur.
(sss/)











































