Gus Dur: Golput Meningkat, Akan Ada Pilpres III

Gus Dur: Golput Meningkat, Akan Ada Pilpres III

- detikNews
Sabtu, 31 Jul 2004 20:01 WIB
Bandung - Gus Dur memrediksi jumlah golput akan meningkat pada Pilpres putaran dua. Saking banyaknya yang golput, bisa-bisa akan ada Pilpres putaran tiga.Menurut dia, jika golput prosentasenya semakin meningkat, maka kredibilitas presiden yang terpilih nanti patut dipertanyakan. Bahkan jika prosentase golput nanti mencapai 60 persen, maka kemungkinan presiden terpilih hanya akan mendapatkan 25 persen saja."Di dunia ini, maka ada presiden dengan mandat cuma 25 persen. Kalau itu terjadi, maka akan ada Pilpres putaran tiga," tukas Ketua Dewan Syuro DPP PKB yang bernama lengkap KH Abdurrahman Wahid itu.Sinyalemen akan adanya Pilpres putaran tiga itu disampaikan Gus Dur saat memberikan pemaparan di depan para caleg terpilih PKB dari Jabar, yang berlangsung di Hotel Jayakarta Bandung, Sabtu (31/7/2004) sore.Menurut Gus Dur, pada Pilpres putaran pertama, sebetulnya yang memang adalah dirinya jika tidak dijegal oleh KPU. "Saya tidak menyerukan orang untuk golput. Tapi KPU sendiri kemarin menyebutkan, yang golput mencapai 38 persen," katanya.Tingginya angka golput itu, lanjut dia, tidak terlalu jauh dari perkiraan dirinya. "Saya dan orang-orang saya memperkirakan putaran pertama kemarin golput antara 30-40 persen. Jadi tidak terlalu meleset jauh dari perkiraan," ujarnya.Bahkan angka itu, menurut Gus Dur, bisa menjadi lebih besar lagi, jika KPU tidak membuat surat edaran menyangkut kesalahan pencoblosan kertas suara yang terlipat. "Itu akal-akalannya KPU untuk memenangkan seseorang," cetusnya.Menang Satu PutaranGus Dur pun menyajikan perhitungan sederhana. Jika angka golput 38 persen, ada pendukung dirinya yang terpaksa lari ke Wiranto-Wahid sebesar 22 persen, dan 10 persen dari 34 persen suara yang diperoleh pasangan SBY-JK juga dari pendukungnya, maka dirinya sudah memperoleh lebih dari 60 persen. Berarti Pilpres bisa langsung selesai dalam satu putaran. "Tapi itulah, ada akal-akalan dan upaya untuk menjegal saya," tandasnya lagi.Karena itu, lanjutnya, menyikapi perkembangan yang terjadi saat ini, Gus Dur meminta kepada para pendukungnya untuk jangan buru-buru bertekuk lutut. "Tunda dulu sejauh mungkin keputusan untuk mendukung seseorang calon. Kalau ada yang melakukan itu, saya tidak akan menyalahkannya. Hanya saya katakan, orang itu bodoh," katanya.Ketika ditanya soal itu seusai acara, Gus Dur menegaskan, seharusnya sikap untuk tidak memilih itu juga dihargai sebagai satu pilihan. "Saya tidak akan mengajak orang untuk golput, karena itu dilarang. Saya hanya menjelaskan, ini juga suatu pilihan," ujarnya.Hal itu pun menurutnya sudah sempat dibicarakan dengan Ketua Umum PAN Amien Rais. "Tukar-tukar pikiran sudah," tukasnya pendek.Ketika dicecar apakah dirinya akan menyuarakan perubahan aturan berkaitan dengan pilihan golput itu, Gus Dur juga menjawab pendek. "Belum. Ini kan semuanya juga kalau," katanya enteng."Yang jelas, jika PKB mau, maka hal itu tidak akan sulit untuk digalang. Tinggal minta para pengurusnya telepon-teleponan, beres semua. Tapi ngajak orang golput kan dilarang," tandasnya. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads