"Uji kir hanya formalitas atau salam tempel," ujar anggota Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, dalam diskusi Transportasi Umum di Hotel Milenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2012).
Menurut Tulus, uji kir sudah dieksploitasi karena dijadikan sarana Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa mengedepankan aspek keselamatan penumpang. "Harusnya untuk mengutamakan keselamatan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kata Tulus, kecelakaan terjadi kerena aspek sumber daya manusia di mana tidak adanya standar jam kerja dan sistem pengupahan berupa setoran. "Persaingan antar operator bus yang tidak sehat antara supply dan demand tidak seimbang," kata Tulus.
(did/aan)











































