NATO Akan Latih Pasukan Irak
Sabtu, 31 Jul 2004 19:07 WIB
Den Haag - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan melatih pasukan Irak. Keputusan itu diambil dalam sidang 26 dubes NATO di Bruseel Jumat malam. Prancis menolak.Sekjen NATO Jaap de Hoop Scheffer yang berasal dari Belanda kepada pers negerinya, Sabtu (31/7/2004), mengungkapkan bahwa untuk tahap awal akan secepat mungkin dikirim tim pelatih militer beranggotakan 40 orang ke Bagdad. Menurut De Hoop Scheffer, tim beranggota 40 pelatih militer tersebut sekaligus menjadi ujung tombak misi NATO yang melaksanakan aliansi 'atas permintaan pemerintah sementara Irak'. Misi ini akan dievaluasi pada September mendatang. Setelah itu jumlah pelatih militer akan ditambah lebih banyak lagi.Untuk kali ini, tim pelatih militer NATO untuk Irak tersebut akan dipimpin Mayjen GGJ Hilderink, gubernur Koninklijke Militaire Academie (Akademi Militer Kerajaan), Breda (Magelang-nya Belanda)."Ini merupakan misi NATO tersendiri," kata Sekjen De Hoop Scheffer. Dikatakan, nantinya misi 40 pelatih militer tersebut ada kaitannya dengan misi pasukan multinasional yang memberikan perlindungan di Irak.Karena itulah Prancis menolak keras pengiriman tim pelatih militer NATO ke Irak tersebut. Akibat sikap Prancis, pengambilan keputusan pada Jumat malam itu dikabarkan sangat alot. Prancis keberatan jika misi NATO nantinya berada di bawah komando AS, dalam hal ini Jenderal George Casey. Apalagi sejak awal negeri itu menentang keras perang Irak yang diprakarsai AS.Selain itu Prancis juga khawatir nantinya kehadiran NATO di Irak akan dilihat sebagai kekuatan pendudukan. Diusulkan sebagai alternatif untuk melatih pasukan Irak di luar wilayah negeri itu, misalnya di Yordania. Namun AS, yang juga anggota, mendesak agar NATO melatih langsung di Irak secepat mungkin. Dengan begitu, beban pasukan AS bisa lebih ringan.
(es/)











































