"Rencananya DPR dan pemerintah akan datang ke Aceh untuk menyampaikan deklarasi Pemilu Kada Aceh yg damai, tapi memang waktunya belum kita tentukan," kata Ketua Tim Pengawas Otonomi Khusus Papua dan Aceh, Priyo Budi Santoso.
Hal tersebut disampaikan Priyo kepada wartawan usai rapat kerja Tim Pengawas Otonomi Khusus Papua dan Aceh di Gedung DPR, Senayan, Kamis (16/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aceh susah payah kita bangun dan sekarang damai. Dan itu jangan sampai terciderai hanya karena pemilihan gubernur dan wali kota," jelas Priyo.
Untuk mengantisipasi terjadinya konflik kepentingan di Pilkada Aceh, Priyo meminta Komisi Pemilihan Independen (KIP) Aceh untuk membuka kesempatan bagi semua pihak yang ingin mencalonkan diri. Sehingga, nantinya akan terpilih pemimpin Aceh yang murni hasil aspirasi rakyat Aceh.
"Semua kelompok di Aceh punya kesempatan untuk ikut pilkada. Apakah itu dari parpol, perorangan, ataupun dari mantan GAM, atau siapa saja, biar nanti rakyat Aceh secara murni memilih sendiri," tutup Priyo.
(gah/ndr)











































