"Beda sekali. Ryan tidak hanya suka sesama jenis, tapi juga bisa suka kepada lain jenis. Yang ini (Mujianto) suka sesama jenis saja," kata tim dokter RS Bhayangkara Jatim, AKBP Ronni Subagiyo, di RS Bhayangkara Nganjuk, Jalan Abdurahman Saleh, Kamis 16/2/2012).
Ronni yang juga menangani Ryan saat kasus itu terkuak 2008 silam, mengakui kasus Ryan dan Mujianto memang agak mirip. Tapi sebetulnya, jika ditilik lebih jauh, kasusnya sangat berbeda. Hal itu terungkap dari serangkaian pemeriksaan intensif, baik di kepolisian maupun rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ronni menjelaskan, Mujianto sebenarnya juga mengambil harta korban. Motifnya bukan untuk menguasai harta, melainkan semata-mata untuk menghilangkan jejak.
Perbedaan lainnya, Ryan plin-plan, sedangkan Mujianto cenderung polos. Untuk memeriksa Ryan, saat itu penyidik sampai harus menggunakan lie detector.
Cara membunuhnya juga berbeda. Ryan tega menggunakan senjata tajam kemudian memutilasi korban, sementara Mujianto hanya menggunakan racun tikus. Seluruh korban Ryan tewas, sedangkan korban Mujianto, ada yang masih hidup karena mendapat bantuan.
Yang jelas baik Ryan maupun Mujianto sama-sama harus bertanggung jawab atas aksi sadisnya. Ryan divonis hukuman mati. Apakah Mujianto bernasib serupa?
(try/try)











































