Thaksin Akui Militer Berlebihan dalam Hadapi Separatis

Thaksin Akui Militer Berlebihan dalam Hadapi Separatis

- detikNews
Sabtu, 31 Jul 2004 15:50 WIB
Jakarta - Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra mengakui bahwa tentara Thailand telah menggunakan kekuatan secara berlebihan dalam menghadapi perlawanan separatis, April lalu. Peristiwa itu menewaskan 32 militan Muslim yang hanya bersenjatakan seadanya.Namun Thaksin tidak mengatakan apakah ada orang yang akan dimintai tanggung jawabnya atas pembantaian di wilayah konflik Thailand selatan itu.Sebuah komite independen pekan lalu menyerahkan laporan kepada pemerintah Thai yang menekankan penggunaan kekuatan secara berlebihan untuk menghancurkan perlawanan militan. Namun laporan tersebut menyatakan militer tidak bersalah.Pasukan keamanan Thai dengan senjata berat menggempur masjid bersejarah Krue Se pada 28 April lalu dan menewaskan para militan. "Pasukan kemanan di lokasi bertindak di bawah tekanan karena para militan merampok senjata dan amunisi sehingga pasukan keamanan menggunakan senjata berat sebagai balasan," tukas Thaksin seperti dilansir AFP, Sabtu (31/7/2004)."Biarlah ini menjadi pelajaran kita; kita harus lebih sabar dan latihan lebih banyak dibutuhkan untuk memperbaiki atas insiden seperti itu di masa mendatang," tandas pemimpin negeri Asia Tenggara itu.Lebih dari 250 orang telah tewas tahun ini selama meletusnya kembali konflik di wilayah Thailand selatan yang didominasi warga Muslim, sejak Januari lalu. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads